Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Interior arrow Nuansa Natural Kontemporer
Nuansa Natural Kontemporer PDF Print E-mail
Wednesday, 04 July 2007

_mg_3893Dewasa ini, desain interior bergaya natural kontemporer masih banyak diminati. Desain yang menampilkan kreasi pengolahan kayu dan sentuhan etnik yang kami liput dapat  ini berhasil menciptakan suasana homey dan nyaman.

Rumah bukan sekadar tempat tinggal tetapi juga mencerminkan kepribadian penghuni dan merupakan wujud adaptasi terhadap lingkungannya. Hal inilah yang menjadi acuan Andy dan Lee Ann Gerred setiap kali mereka pindah tugas ke berbagai negara termasuk Indonesia. Pasangan ekspatriat asal Texas, Amerika Serikat ini memang paham dan cukup terampil dalam pengerjaan kayu. Dulu ketika tinggal di Texas, mereka sering memperbaiki furnitur baik milik orang lain maupun milik sendiri. Karena itu, mereka sangat menghargai kreativitas para pengrajin dan para desainer.

_mg_3870Saat pindah ke Jakarta dua tahun lalu, mereka “jatuh cinta” pada produk olahan kayu jati yang banyak terdapat di Indonesia. Menurut mereka, kayu jati selain memiliki serat yang eksotis, juga memiliki warna yang berkesan unik di samping memiliki daya tahan yang kuat. Mereka sepakat untuk menata interior rumah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dengan lemari, kursi, meja, ranjang dan furnitur lain. Ornamen dekoratif kayu jati seperti panel berukir khas Jepara, bingkai cermin, dan lumpang antik juga diolah menjadi elemen penghias.

Untuk mewujudkan keinginannya, Andy dan Lee Ann mendapat inspirasi dari majalah dan buku yang dipadukan dengan pengalaman mereka sendiri serta koleksi benda seni mereka yang berasal dari berbagai negara ditata dengan manis. Mereka memadukan prinsip hunian modern dari negara barat, elemen pengisi dan elemen dekoratif khas negara timur (east meet west) atau dikenal dengan gaya eklektik. Mereka juga mendiskusikan rancangan furnitur kayu jati dan memesannya dari desainer Eliza Musnir dari Aaura Gallery.

_mg_3836Pemilik dan desainer mengawali tahap pekerjaannya dengan menyesuaikan fungsi dan layout rumah dua lantai seluas 660 m2 ini dengan kebutuhan. Dari lima buah kamar yang tersedia pemilik hanya memakai satu kamar tidur utama dan satu kamar tidur tamu saja karena ketiga anak mereka tinggal di Amerika Serikat. Dengan demikian, tiga buah kamar tidur anak-anaknya diubah menjadi ruangan kerja, ruangan fitness dan ruangan hobi. Selanjutnya, pemilik ingin menciptakan suasana yang nyaman dengan cara mengganti warna cat dinding ruang keluarga, sedangkan void tangga dan ruang makan dengan cokelat kekuningan yang alami.

Selain menghilangkan kesan “berat” dan monoton, warna ini berhasil memperlihatkan keindahan furnitur kayu jati dan warna off white serta warna coffee brown pada marmer penutup lantai. Tahap berikutnya adalah mengisi ruang per ruang dengan furnitur yang mudah dipindah-pindahkan dan koleksi benda seni etnik yang ditata apik. Cara ini juga berhasil menciptakan permainan tekstur, motif dan detail ornamental yang elegan. Selain itu, setiap ruangan juga memiliki orientasi, tema penataan dan tata cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan aktivitas dan suasana yang ingin dihadirkan.

_mg_3817Mulai dari foyer, area transisi dihias dengan karpet persia, meja konsol, cermin dan koleksi benda seni yang memberi kesan welcoming dan dilengkapi patung loro blonyo serta gong. Di ruangan tamu, sepasang sofa dua dudukan dan coffee table jati berlaci keranjang rotan tampil menarik dilengkapi dengan benda seni khas India seperti lukisan Tanjore dan saree. Kemudian diruangan dalam, kita temukan ruangan keluarga yang menyatu dengan ruangan makan dan void tangga.

Agar orientasi ruang lebih jelas, pada area duduk ditempatkan sofa berbentuk separuh lingkaran dan coffee table dengan wadah dari jati yang berbentuk bundar yang semuanya ditata menghadap ke arah tangga. Pada ruangan di bawah tangga ditempatkan seperangkat kursi dan meja makan dari jati berbentuk bundar untuk tempat sarapan pagi. Dengan pemandangan ke arah taman samping, area ini dilengkapi pula oleh beberapa lemari pajang dari jati yang memamerkan koleksi pernik etnik serta sebuah tangga bambu untuk memajang kain tenun yang cantik.

Pada area makan formal, seperangkat meja dan kursi makan dari kayu jati ditata dengan orientasi menghadap ke arah teras dan taman belakang. Hal yang unik terlihat pada sebuah lumpang antik yang diolah menjadi ornamen meja makan yang ditopang dengan bilah besi. Adapun sandaran kursi-kursi makan tersebut sengaja dipilih dengan motif hiasan yang berbeda sehingga tampil lebih menarik. Selain lemari-lemari pajang dari jati berbentuk segi empat, terdapat pula sebuah lemari untuk menyimpan botol anggur dengan bentuk menyerupai haluan perahu.

_mg_3876Di kamar tidur dan kamar mandi tamu, pemilik memilih elemen dekoratif bertema safari. Hal ini terlihat dari motif hewan, pohon dan dedaunan pada bedcover dan tirai penyekat bathtub, motif bulu leopard pada karpet kecil dan juga pada lukisan serta topeng kayu etnik di dinding sehingga menghadirkan suasana “petualangan” di padang rumput Afrika. Warna merah terakota pada handuk kamar mandi dan warna hitam pada kulit pelapis sofa tunggal di kamar tidur menjadi aksen di antara dominasi warna-warna coklat pada kedua ruangan ini.

Pada kamar tidur utama, sebuah ranjang dengan empat tiang dan sepasang side table tampil serasi dengan panel kayu berukir pada dinding sehingga menjadi pusat perhatian (eye catcher). Di pojok kamar, sebuah kursi cleopatra dengan bentuk berlekuk yang eksotis menjadi aksen menarik. Untuk mengimbangi warna cokelat pada kayu, soft furnishing berupa bedcover, gorden, karpet dan upholstery sofa dipilih yang berwarna coklat lumpur, hijau pupus dan peach campur hitam agar menciptakan kesan teduh dan tenang.

Terakhir, lampu-lampu downlight dan spotlight dipasang untuk menyorot keindahan ruangan dan koleksi benda seni sehingga memberi “jiwa” pada hunian. Secara keseluruhan, desain interior hunian ini berhasil menampung berbagai kebutuhan dan mengekspresikan keinginan pemilik. ( Imelda Anwar )

                             

Foto : Ahkamul Hakim
Lokasi : Kediaman Keluarga Andy dan Lee Ann Gerred di Kemang, Jakarta Selatan
Desainer interior : Pemilik dan Eliza Musnir
Furnitur : Aaura Gallery, Jakarta
Pemilik rumah : Ibu Nani
Arsitek : Dipl. Ing. Oce R.S.

 
< Prev   Next >