|
Dewasa ini, desain interior bergaya natural kontemporer masih
banyak diminati. Desain yang menampilkan kreasi pengolahan kayu dan sentuhan
etnik yang kami liput dapat ini berhasil
menciptakan suasana homey dan nyaman.
Rumah bukan sekadar tempat tinggal tetapi juga mencerminkan
kepribadian penghuni dan merupakan wujud adaptasi terhadap lingkungannya. Hal
inilah yang menjadi acuan Andy dan Lee Ann Gerred setiap kali mereka pindah
tugas ke berbagai negara termasuk Indonesia. Pasangan ekspatriat asal Texas,
Amerika Serikat ini memang paham dan cukup terampil dalam pengerjaan kayu. Dulu
ketika tinggal di Texas, mereka sering memperbaiki furnitur baik milik orang
lain maupun milik sendiri. Karena itu, mereka sangat menghargai kreativitas
para pengrajin dan para desainer.
Saat pindah ke Jakarta dua tahun lalu, mereka “jatuh cinta”
pada produk olahan kayu jati yang banyak terdapat di Indonesia. Menurut mereka,
kayu jati selain memiliki serat yang eksotis, juga memiliki warna yang berkesan
unik di samping memiliki daya tahan yang kuat. Mereka sepakat untuk menata
interior rumah mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dengan lemari, kursi,
meja, ranjang dan furnitur lain. Ornamen dekoratif kayu jati seperti panel
berukir khas Jepara, bingkai cermin, dan lumpang antik juga diolah menjadi
elemen penghias.
Untuk mewujudkan keinginannya, Andy dan Lee Ann mendapat inspirasi
dari majalah dan buku yang dipadukan dengan pengalaman mereka sendiri serta
koleksi benda seni mereka yang berasal dari berbagai negara ditata dengan manis.
Mereka memadukan prinsip hunian modern dari negara barat, elemen pengisi dan elemen
dekoratif khas negara timur (east meet west) atau dikenal dengan gaya eklektik.
Mereka juga mendiskusikan rancangan furnitur kayu jati dan memesannya dari desainer
Eliza Musnir dari Aaura Gallery.
Pemilik dan desainer mengawali tahap pekerjaannya dengan
menyesuaikan fungsi dan layout rumah dua lantai seluas 660 m2 ini dengan
kebutuhan. Dari lima buah kamar yang tersedia pemilik hanya memakai satu kamar
tidur utama dan satu kamar tidur tamu saja karena ketiga anak mereka tinggal di
Amerika Serikat. Dengan demikian, tiga buah kamar tidur anak-anaknya diubah menjadi
ruangan kerja, ruangan fitness dan ruangan hobi. Selanjutnya, pemilik ingin menciptakan
suasana yang nyaman dengan cara mengganti warna cat dinding ruang keluarga,
sedangkan void tangga dan ruang makan dengan cokelat kekuningan yang alami.
Selain menghilangkan kesan “berat” dan monoton, warna ini
berhasil memperlihatkan keindahan furnitur kayu jati dan warna off white serta
warna coffee brown pada marmer penutup lantai. Tahap berikutnya adalah mengisi
ruang per ruang dengan furnitur yang mudah dipindah-pindahkan dan koleksi benda
seni etnik yang ditata apik. Cara ini juga berhasil menciptakan permainan
tekstur, motif dan detail ornamental yang elegan. Selain itu, setiap ruangan
juga memiliki orientasi, tema penataan dan tata cahaya yang berbeda-beda sesuai
dengan aktivitas dan suasana yang ingin dihadirkan.
Mulai dari foyer, area transisi dihias dengan karpet persia,
meja konsol, cermin dan koleksi benda seni yang memberi kesan welcoming dan
dilengkapi patung loro blonyo serta gong. Di ruangan tamu, sepasang sofa dua
dudukan dan coffee table jati berlaci keranjang rotan tampil menarik dilengkapi
dengan benda seni khas India seperti lukisan Tanjore dan saree. Kemudian diruangan
dalam, kita temukan ruangan keluarga yang menyatu dengan ruangan makan dan void
tangga.
Agar orientasi ruang lebih jelas, pada area duduk ditempatkan
sofa berbentuk separuh lingkaran dan coffee table dengan wadah dari jati yang berbentuk
bundar yang semuanya ditata menghadap ke arah tangga. Pada ruangan di bawah
tangga ditempatkan seperangkat kursi dan meja makan dari jati berbentuk bundar
untuk tempat sarapan pagi. Dengan pemandangan ke arah taman samping, area ini
dilengkapi pula oleh beberapa lemari pajang dari jati yang memamerkan koleksi pernik
etnik serta sebuah tangga bambu untuk memajang kain tenun yang cantik.
Pada area makan formal, seperangkat meja dan kursi makan
dari kayu jati ditata dengan orientasi menghadap ke arah teras dan taman
belakang. Hal yang unik terlihat pada sebuah lumpang antik yang diolah menjadi
ornamen meja makan yang ditopang dengan bilah besi. Adapun sandaran kursi-kursi
makan tersebut sengaja dipilih dengan motif hiasan yang berbeda sehingga tampil
lebih menarik. Selain lemari-lemari pajang dari jati berbentuk segi empat,
terdapat pula sebuah lemari untuk menyimpan botol anggur dengan bentuk
menyerupai haluan perahu.
Di kamar tidur dan kamar mandi tamu, pemilik memilih elemen
dekoratif bertema safari. Hal ini terlihat dari motif hewan, pohon dan dedaunan
pada bedcover dan tirai penyekat bathtub, motif bulu leopard pada karpet kecil dan
juga pada lukisan serta topeng kayu etnik di dinding sehingga menghadirkan suasana
“petualangan” di padang rumput Afrika. Warna merah terakota pada handuk kamar
mandi dan warna hitam pada kulit pelapis sofa tunggal di kamar tidur menjadi
aksen di antara dominasi warna-warna coklat pada kedua ruangan ini.
Pada kamar tidur utama, sebuah ranjang dengan empat tiang
dan sepasang side table tampil serasi dengan panel kayu berukir pada dinding
sehingga menjadi pusat perhatian (eye catcher). Di pojok kamar, sebuah kursi cleopatra
dengan bentuk berlekuk yang eksotis menjadi aksen menarik. Untuk mengimbangi
warna cokelat pada kayu, soft furnishing berupa bedcover, gorden, karpet dan upholstery
sofa dipilih yang berwarna coklat lumpur, hijau pupus dan peach campur hitam
agar menciptakan kesan teduh dan tenang.
Terakhir, lampu-lampu downlight dan spotlight dipasang untuk
menyorot keindahan ruangan dan koleksi benda seni sehingga memberi “jiwa” pada
hunian. Secara keseluruhan, desain interior hunian ini berhasil menampung
berbagai kebutuhan dan mengekspresikan keinginan pemilik. ( Imelda Anwar )
Foto : Ahkamul Hakim
Lokasi : Kediaman Keluarga Andy dan Lee Ann Gerred di
Kemang, Jakarta Selatan
Desainer interior : Pemilik dan Eliza Musnir
Furnitur : Aaura Gallery, Jakarta
Pemilik rumah : Ibu Nani
Arsitek : Dipl. Ing. Oce R.S.
|