Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Interior arrow Mencipatakan Suasana Lewat Pencahayaan
Mencipatakan Suasana Lewat Pencahayaan PDF Print E-mail
Tuesday, 01 August 2006
menciptakan_suasana-aDewasa ini peran pencahayaan (lighting) tidak lagi sekadar memberi penerangan ruangan tetapi juga dapat menonjolkan estetika dan atmosfer ruangan, memanjakan mata serta memberi dampak pada suasana hati penghuni.

menciptakan_suasana-bKita mengenal pencahayaan sebagai elemen desain untuk menerangi interior dan eksterior bangunan agar penghuni dapat beraktivitas dengan lancar. Seiring dengan kemajuan teknologi dalam pencahayaan, peran lighting semakin berkembang. Dengan mengatur arah jatuhnya cahaya, mengatur warna cahaya dan letak armatur lampu, kita dapat menciptakan efek “dramatis” sesuai dengan konsep bangunan. Salah satu desain efek pencahayaan yang inovatif dapat dilihat pada sebuah bangunan klinik khusus kulit (medical center for dermatology) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara karya desainer lighting Abdi Ahsan bekerja sama dengan arsitek Heru M. Prasetyo dan desainer interior Joke Roos.

menciptakan_suasana-cSebagai gagasan awal, bangunan lima lantai ini dirancang berupa satu kubus transparan dimana orang di luar dapat melihat sekilas aktifitas di dalam bangunan dan hanya disekat oleh jendela lebar dari tempered glass. Untuk menonjolkan aspek transparan pada bangunan, desainer lighting tidak memasang lampu sorot di luar bangunan tetapi justru memasang lampu di sepanjang koridor dalam di setiap lantai bangunan. Untuk menegaskan efek pencahayaan pada fasada, desainer “menyembunyikan” deretan lampu dibalik grill aluminium dari aluminium panel di setiap lantai.
 
menciptakan_suasana-dTeknik pencahayaan tidak langsung ini juga diaplikasikan pada portico yang berada di samping bangunan. Desainer lighting memasang lampu diantara deretan rib-rib baja yang dibungkus composit panel yang menaungi area drop off dan pintu masuk utama. Deretan rib-rib baja yang dibungkus composit panel dan lampu tersebut membentuk pola garis melengkung agar menjadi aksen diantara pola garis-garis geometris balok dan kolom bangunan. Selain itu, deretan dan lampu pada portico ini sejalan dengan konsep transparan sehingga tidak menghalangi pandangan orang ke arah fasada. Untuk interior bangunan, desainer ingin menciptakan suasana yang hangat, nyaman, tenang dan santai sehingga pasien tidak merasa bosan ataupun tertekan.

menciptakan_suasana-eUntuk mewujudkan suasana tersebut, desainer lighting memilih jenis lampu yang menghasilkan cahaya warna kuning / warm light dengan temperatur warna 3000K. Selain itu, desainer juga menghindari pemakaian lampu yang bersifat dekoratif yang berlebihan sehingga hemat biaya. Contohnya, koridor belakang yang menjadi sirkulias internal sengaja dibuat bernuansa redup dengan cahaya dari deretan lampu dinding sedangkan ruang-ruang pengobatan dan ruang operasi dirancang terang. Sebagai aksen, desainer memasang lampu dengan teknik indirect lighting yang bentuknya unik sehingga memberi sedikit kesan gemerlap dalam ruangan. 

menciptakan_suasana-fBentuk lampu dengan teknik pencahayaan tidak langsung ini disesuaikan dengan desain interior setiap ruang. Misalnya keberadaan lampu yang berbentuk lingkaran di lobi lantai atas yang tidak terlalu terang ini mempertegaskan area lobi sebagai pusat distribusi beberapa koridor yang menuju ke berbagai arah. Di ruang tunggu, dirancang lampu berbentuk deretan garis horizontal pada plafon dan diberi panel transparan yang bersifat menyebarkan cahaya / diffuser sehingga tidak membuat silau mata orang dalam ruangan. Hal unik adalah lampu dengan cahaya warna biru / cool light yang dipasang sebagai aksen dekoratif di luar bangunan. 

menciptakan_suasana-gDesain pencahayaan bangunan klinik kulit ini dirancang terpadu dengan konsep arsitektur dan interior sehingga tercipta efek cahaya yang menjadi identitas bangunan. ( Imelda Anwar )

 

Foto : Ahkamul Hakim

(Lokasi : Erha Clinic di Kelapa Gading, Jakarta Utara  Desainer lighting : Abdi Ahsan)

 
< Prev   Next >