|
Dilihat dari tren saat ini, masyarakat sudah mulai bosan
dengan gaya minimalis dan beralih ke gaya klasik yang glamor tetapi tetap anggun.
Berikut ini liputan interior sebuah hunian bergaya Eropa klasik yang elegan dan
nyaman.
Hunian yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
ini merupakan karya arsitek Charles Lukman yang berhasil mewujudkan sebuah rancangan
bergaya klasik. Konsep desain rumah seluas 700 m2 di atas lahan seluas 615 m2 ini
mengadopsi prinsip rancangan Prancis klasik yang disederhanakan dan penampilannya
lebih indah serta tidak lekang dimakan waktu. Dengan sosok menyerupai chateau
bangsawan di Prancis, kediaman dua lantai ini berhasil mengakomodasi kebutuhan ruang
di samping mengekspresikan kemapanan, gaya hidup dan apresiasi seni pemiliknya.
Dalam konsep rancangan, elemen struktural dan elemen fungsional
bangunan yang menjadi ciri gaya klasik Eropa tetap diaplikasikan seperti sistem
proporsi bangunan dan detail ornamen melengkung yang mengacu ke tatanan tipe Tuscan.
Hal ini terlihat dari bentuk kolom, kusen, cladding, dan cornice pada plafon. Kanopi,
pintu masuk utama dan pagar tangga dalam rumah terbuat dari kuningan dengan
motif flora khas Prancis klasik. Bentuk-bentuk ini dimodifikasi menjadi lebih
simpel dan warna emasnya diimbangi oleh aplikasi cat dinding warna off white
sehingga menegaskan “kemasan baru” dari gaya Eropa klasik.
Komposisi serba simetris terlihat pada pembagian ruang / layout
yaitu pintu masuk utama menjadi sumbu mayanya dan ruang-ruang di dalam rumah
disusun menghadap sumber tersebut yang memberikan kesan formal dan teratur.
Pola pengulangan atau repetitif juga diterapkan seperti pada deretan jendela
dan balkon. Foyer dirancang menyatu dengan ruang lounge yang cukup besar dan menjadi
peralihan dari luar menuju ke ruang-ruang di dalam rumah. Area ini diapit oleh
ruang-ruang semi publik seperti ruang makan formal dan tangga di satu sisi
serta ruang makan pagi dan pantry di sisi lainnya.
Kemudian, ruang makan formal dan pantry disekat dengan
deretan pintu kaca serta gorden sehingga memberi kesan lapang tetapi tetap menjaga
privasi setiap orang yang melakukan kegiatan. Selanjutnya, ruang lounge ini
juga bersisian dengan ruang duduk keluarga dan area piano sedangkan di halaman
samping terdapat selasar yang mengelilingi area kolam renang dan mengantar kita
ke ruang fitness serta spa. Di lantai atas, terdapat ruang perpustakaan yang
dikelilingi oleh kamar tidur utama, walk in wardrobe, ruang rias, kamar mandi
utama, tiga buah kamar tidur anak serta sebuah kamar mandi yang digunakan
bersama.
Ruang dalam, rumah ini berisi furnitur dan aksesori bernuansa
Eropa klasik. Ciri khas jenis furnitur ini terlihat pada bentuk melengkung yang
menjadi identitas gaya klasik tetapi dimodifikasi menjadi lebih simpel,
proporsional, sehingga lebih praktis, tidak besar dan tidak masif. Kesan elegan
dan homey inilah yang hendak diwujudkan oleh arsitek bersama dengan pemilik dan
Asti Marlon, seorang kontraktor furnitur. Furnitur ditata bukan sekadar
memenuhi fungsi saja tetapi juga berfungsi sebagai benda seni / art work yang dipadukan
dengan aksesori interior lainnya seperti karpet, gorden dan lampu.
Komposisi warnanya dipilih antara krem, cokelat muda, cokelat
tua, hijau tua, hijau lumut, merah marun, hitam dan sentuhan warna emas yang
memberi kesan cemerlang. Warna emas ini diperoleh dengan cara memakai bahan
kuningan seperti pada pintu masuk atau dengan cara finishing warna emas seperti
pada bingkai cermin. Selain marmer, penggunaan bahan fabric mendominasi ruangan
baik berupa pelapis, karpet, gorden sampai pernik hiasan ranjang. Berbagai
macam lampu gantung / chandelier, lampu dinding, lampu meja, pernik seperti vas
kristal dan bingkai foto menambah cantik ruangan.
Elemen menarik dari interior rumah ini antara lain
pintu-pintu yang dihias dengan gorden dan disorot lampu. Pintu ini berfungsi
hanya untuk menghiasi dinding agar tidak kosong. Selain memiliki deretan pintu
kaca yang menghadap ke arah kolam renang, plafon ruang makan formal dihias pula
dengan ukiran yang diberi sentuhan warna emas sehingga ruang jamuan ini tampil
mewah dan memikat. Di samping itu, benda seni koleksi pemilik berhasil memainkan
peranan penting untuk menciptakan “jiwa” dan menegaskan pribadi pemiliknya. ( Imelda
Anwar )
|