Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Interior arrow Keindahan Dalam Klasik
Keindahan Dalam Klasik PDF Print E-mail
Wednesday, 18 April 2007

_mg_3308Dilihat dari tren saat ini, masyarakat sudah mulai bosan dengan gaya minimalis dan beralih ke gaya klasik yang glamor tetapi tetap anggun. Berikut ini liputan interior sebuah hunian bergaya Eropa klasik yang elegan dan nyaman.

_mg_2155Hunian yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini merupakan karya arsitek Charles Lukman yang berhasil mewujudkan sebuah rancangan bergaya klasik. Konsep desain rumah seluas 700 m2 di atas lahan seluas 615 m2 ini mengadopsi prinsip rancangan Prancis klasik yang disederhanakan dan penampilannya lebih indah serta tidak lekang dimakan waktu. Dengan sosok menyerupai chateau bangsawan di Prancis, kediaman dua lantai ini berhasil mengakomodasi kebutuhan ruang di samping mengekspresikan kemapanan, gaya hidup dan apresiasi seni pemiliknya.

_mg_2160Dalam konsep rancangan, elemen struktural dan elemen fungsional bangunan yang menjadi ciri gaya klasik Eropa tetap diaplikasikan seperti sistem proporsi bangunan dan detail ornamen melengkung yang mengacu ke tatanan tipe Tuscan. Hal ini terlihat dari bentuk kolom, kusen, cladding, dan cornice pada plafon. Kanopi, pintu masuk utama dan pagar tangga dalam rumah terbuat dari kuningan dengan motif flora khas Prancis klasik. Bentuk-bentuk ini dimodifikasi menjadi lebih simpel dan warna emasnya diimbangi oleh aplikasi cat dinding warna off white sehingga menegaskan “kemasan baru” dari gaya Eropa klasik.

Komposisi serba simetris terlihat pada pembagian ruang / layout yaitu pintu masuk utama menjadi sumbu mayanya dan ruang-ruang di dalam rumah disusun menghadap sumber tersebut yang memberikan kesan formal dan teratur. Pola pengulangan atau repetitif juga diterapkan seperti pada deretan jendela dan balkon. Foyer dirancang menyatu dengan ruang lounge yang cukup besar dan menjadi peralihan dari luar menuju ke ruang-ruang di dalam rumah. Area ini diapit oleh ruang-ruang semi publik seperti ruang makan formal dan tangga di satu sisi serta ruang makan pagi dan pantry di sisi lainnya.

_mg_2180Kemudian, ruang makan formal dan pantry disekat dengan deretan pintu kaca serta gorden sehingga memberi kesan lapang tetapi tetap menjaga privasi setiap orang yang melakukan kegiatan. Selanjutnya, ruang lounge ini juga bersisian dengan ruang duduk keluarga dan area piano sedangkan di halaman samping terdapat selasar yang mengelilingi area kolam renang dan mengantar kita ke ruang fitness serta spa. Di lantai atas, terdapat ruang perpustakaan yang dikelilingi oleh kamar tidur utama, walk in wardrobe, ruang rias, kamar mandi utama, tiga buah kamar tidur anak serta sebuah kamar mandi yang digunakan bersama.

_mg_3326Ruang dalam, rumah ini berisi furnitur dan aksesori bernuansa Eropa klasik. Ciri khas jenis furnitur ini terlihat pada bentuk melengkung yang menjadi identitas gaya klasik tetapi dimodifikasi menjadi lebih simpel, proporsional, sehingga lebih praktis, tidak besar dan tidak masif. Kesan elegan dan homey inilah yang hendak diwujudkan oleh arsitek bersama dengan pemilik dan Asti Marlon, seorang kontraktor furnitur. Furnitur ditata bukan sekadar memenuhi fungsi saja tetapi juga berfungsi sebagai benda seni / art work yang dipadukan dengan aksesori interior lainnya seperti karpet, gorden dan lampu.

Komposisi warnanya dipilih antara krem, cokelat muda, cokelat tua, hijau tua, hijau lumut, merah marun, hitam dan sentuhan warna emas yang memberi kesan cemerlang. Warna emas ini diperoleh dengan cara memakai bahan kuningan seperti pada pintu masuk atau dengan cara finishing warna emas seperti pada bingkai cermin. Selain marmer, penggunaan bahan fabric mendominasi ruangan baik berupa pelapis, karpet, gorden sampai pernik hiasan ranjang. Berbagai macam lampu gantung / chandelier, lampu dinding, lampu meja, pernik seperti vas kristal dan bingkai foto menambah cantik ruangan.

Elemen menarik dari interior rumah ini antara lain pintu-pintu yang dihias dengan gorden dan disorot lampu. Pintu ini berfungsi hanya untuk menghiasi dinding agar tidak kosong. Selain memiliki deretan pintu kaca yang menghadap ke arah kolam renang, plafon ruang makan formal dihias pula dengan ukiran yang diberi sentuhan warna emas sehingga ruang jamuan ini tampil mewah dan memikat. Di samping itu, benda seni koleksi pemilik berhasil memainkan peranan penting untuk menciptakan “jiwa” dan menegaskan pribadi pemiliknya. ( Imelda Anwar )

 
< Prev   Next >