Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Interior arrow Interior Klasik Nan Artistik
Interior Klasik Nan Artistik PDF Print E-mail
Monday, 13 August 2007

_mg_5767“Elegan, nyaman dan indah”. Demikian kira-kira komentar orang saat berkunjung ke hunian keluarga Pohan yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pria yang pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia ini dikenal sebagai sosok pribadi yang low profile, supel dan ramah. Suasana interior rumahnya terasa akrab dan “hangat” sedangkan tampak luarnya simpel elegan. Meskipun aktivitas sehari-harinya cukup padat, alumnis Universitas Boston, Amerika Serikat jurusan Economics & Development ini masih mempunyai waktu menata isi rumah dan menyempatkan diri untuk mencari benda koleksi yang unik.

_mg_1185“Saya dan istri mempunyai hobi mencari pernak-pernik yang unik dan khas di pasar loak dari setiap negara yang kami datangi untuk dijadikan koleksi,” ujar pemilik rumah. Dulu, keluarga Pohan pernah cukup lama tinggal di New England, Amerika Serikat. Di kawasan ini banyak terdapat rumah antik bergaya Queen Anne yang menjadi sumber inspirasi keluarga Pohan dalam menata interior rumahnya yang baru. Demikianlah, sebagian koleksi furnitur mereka bergaya neo klasik Eropa seperti deep buttoned Chesterfield sofa dan armchair yang berlapis kulit. Selain sofa yang kaya akan detail ornamen, pemilik juga mempunyai benda seni bermutu seperti lukisan karya seniman besar Renoir dan vas-vas kristal bergaya klasik.

Benda-benda yang memiliki nilai nostalgia itu selalu ikut “pindah” tiap kali keluarga Pohan menempati kediaman baru. Dulu saat masih belum pensiun, pemilik tidak mempunyai banyak waktu untuk menata kediaman sesuai dengan seleranya. Kini setelah pensiun, pemilik ingin mengekspresikan rasa seninya pada penataan interior dan berbagi pengalaman dengan cara menulis buku. Dengan demikian pemilik dapat lebih leluasa menata koleksi furnitur dan benda seni kuno pada hunian barunya yang menjadi “galeri” pribadinya.

 

Konsep Bangunan dan Interior

_mg_1077Dalam merancang rumahnya, pemilik mempunyai selera yang sama dengan arsitek Mudji Rahardjo yang mendesain rumahnya. mereka sepakat menyusun konsep hunian bergaya modern klasik yang tidak lekang dimakan waktu tetapi sarat dengan sentuhan pribadi. Pada tahap awal, bangunan lama dibongkar dan dibuat desain baru sedangkan lantai dasarnya dinaikkan 1,5 m lebih tinggi dari jalan lingkungan. Ruang basemennya dirancang untuk area servis, garasi, musala dan ruang serba guna. Desain ini dapat memenuhi keinginan penghuni untuk memiliki tempat ibadah sekaligus sebagai tempat pengajian yang lapang.

Fasadanya didesain sederhana dengan ornamen simpel yang didominasi warna off white. Di sekitar rumah ditanam pohon besar yang membuat lingkungan jadi teduh dan sejuk. Lantai dasarnya ditata untuk area semi publik seperti ruang tamu, ruang duduk formal, ruang makan dan kamar tidur utama. Lantai atas ditata untuk area privat seperti ruang tempat berkumpul keluarga, ruang kerja sekaligus perpustakaan serta tiga buah kamar tidur anak. Desain interiornya, mengadopsi gaya klasik Eropa yang didominasi furnitur bergaya Queen Anne dan koleksi benda seni bernuansa Rococo dan Baroque.

_mg_5687Untuk furniturnya, ditempatkan deep buttoned Chesterfield sofa dan armchair berlapis kulit warna cokelat tua sehingga membuat ruangan tampil anggun dan tidak berkesan “berat” seperti terlihat pada ruang duduk lantai dasar. Ruangan makan juga ditata dengan D end table dan kursi bergaya Chippendale yang seluruh pelitur kayunya diubah berwarna cokelat kemerahan. Di area privat di lantai atas, tampak pengaruh gaya Queen Anne seperti terlihat pada wing chair Quenn Anne berlapis kulit warna hijau tua pada ruang duduk. Ruangan kerja ditata dengan kursi kerja bersandaran tinggi dan kursi berukuran sedang dan dilengkapi dengan roda.

Selanjutnya elemen bangunan yang menjadi ciri khas gaya klasik tetap diterapkan seperti sistem proporsi, penataan yang serba simetris dan pola pengulangan. Konsep ini beri kesan formal dan teratur pada interior rumah sebagaimana terlihat pada bentuk kolom, kusen dan cornice pada plafon. Diterapkan pula gaya klasik Eropa yang sudah dimodifikasi diantaranya penggunaan motif garis-garis vertikal pada sebagian wallpaper yang memberi kesan dinamis pada ruangan.

 

Koleksi  Benda-Benda Seni

_mg_5724Untuk melengkapi penataan interior rumah, pemilik memadukan furnitur bernuansa Queen Anne dengan benda-benda seni yang serasi dengan gaya klasik diantaranya, lukisan, patung dan aksesori yang berasal dari zaman Rococo. Di samping itu, dipajang pula lukisan lain yang menampakkan pengaruh gaya Baroque yang tampilannya lebih gemulai, berwarna pucat, bertema cinta yang romantis.

Penataan benda seni ini juga menegaskan suasana yang tak lekang oleh waktu seperti lukisan karya Renoir yang menghias foyer dan ruang keluarga rumah ini. Pierre-Auguste Renoir adalah pelukis yang hidup di abad ke-19 asal Prancis yang sering melukis aktivitas dan detail sosok orang-orang di lingkungan tempat dia berada. Salah satunya terlihat pada lukisan minyak pada kanvas berjudul Luncheon of the Boating Party yang dibuat tahun 1881. ada lukisan ini terekam Renoir bersama teman-temannya sedang bersantai di balkon Maison Fournaise.

_mg_1051Sosok wanita yang cukup menarik juga terlihat pada lukisan minyak di atas kanvas yang berjudul On the Terrace yang dipajang di dinding foyer rumah. Lukisan lain yang dikoleksi adalah karya-karya pelukis dari Irak yang merekam keindahan gurun pasir dan keramian di pasar. Lukisan pemandangan laut karya seniman lokal dari Jogyakarta juga turut menghias ruangan makan sehingga lebih melengkapi keindahan rumah tinggal ini. Terdapat pula lukisan kaligrafi Arab yang menjadi centerpoint di ruang tamu karya Amri Yahya. Secara keseluruhan, desain bangunan yang elegan, interior yang klasik dan benda seni di rumah ini berhasil memenuhi kebutuhan dan mengekspresikan gaya hidup penghuninya.

 
< Prev   Next >