|
Interior dalam Arsitektur |
|
|
|
|
Tuesday, 10 October 2006 |
Bagi seorang eksekutif muda, rumah bukan hanya sebagai
tempat berteduh tetapi juga sebagai tempat untuk memperoleh inspirasi dalam
upaya menjalan bisnis. Hal ini yang
terlihat pada rumah milik Ir.Arief Sugijono yang berlokasi di kompleks
perumahan Jakarta Barat. Sang arsitek,
Danny Lumanto mendesain rumah Ir.Arif Sugijono dengan membuat ruang-ruang yang
nyaman tetapi tetap mempertimbangkan ciri, karakter dan kebiasaan para penghuni
rumah.
Secara keseluruhan rumah ini dideasin dengan konsep
minimalis, praktis, tidak ekstrem dan menonjolkan pewarnaan monokromatik di
ruang publik. Pewarnaan ruang-ruang privat bergantung pada selera setiap
penghuni kamar.
Rumah yang dibangun atas dasar hasil diskusi antara arsitek dengan
pemilik rumah ini menerapkan konsep split level, terdiri dari tiga lantai
dengan empat level yang fungsinya berbeda.
Penerapan konsep split level ini dipakai arsitek karena pemilik rumah
ingin meninggikan level terbawah rumah ini dari level jalan.
Layaknya sebuah benteng, untuk menuju ke halaman dalam rumah
ini kita dapat melalui pintu gerbang yang terbuat dari besi berwarna hitam. Selanjutnya,
pintu gerbang tersebut kita bisa langsung ke garasi privat. Akan tetapi untuk
tamu diarahkan ke arah kiri menuju level atas melalui jalan berundak yang
lantainya terbuat dari batu berwarna hitam. Di daerah ini terdapat pohon-pohon
cemara yang seolah-olah menyambut para tamu yang datang. Kemudian sebelum
memasuki ruang tamu, kita akan menjumpai taman bergaya minimalis yang hanya
dihampari rumput hijau yang segar.
Dari pintu unik dekoratif bermotif geometris terlihat ruang
tamu yang terbagi atas dua ruangan. Ruangan pertama berupa ruang perantara yang
diisi dengan seperangkat sofa dan meja. Setelah itu terdapat ruang tamu yang
ukurannya lebih besar, diperuntukkan bagi tamu yang sudah akrab dengan
penghuni.
Biasanya penghuni rumah sering berada di ruangan ini di
siang hari, sedangkan pada malam hari aktivitas penghuni pindah ke ruangan
keluarga yang nyaman di level atas yang dilengkapi dengan seperangkat furnitur
modern dan sebuah TV besar. Dinding runag keluarga tersebut terbuat dari kaca
yang besar sehingga cahaya dapat masuk dengan leluasa. Adapun ruang kerja
berada di samping ruang ini.
Ruangan tidur utama dan ruangan makan terletak di split
atas. Ruang makan ini menyatu dengan pantry yang dilengkapi dengan island. Ruangan
tersebut berhubungan dengan teras samping. Dari sini kita dapat melihat
pemandangan langsung kearah kolam samping.
Penataan antar ruang pada bangunan seluas 750 m2 yang
berdiri di atas lahan 440 m2 ini,diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan
sirkulasi lalu lintas penghuni dari ruang servis di lantai terbawah menuju
ruang-ruang privat yang letaknya di lantai teratas. Dalam setiap rancangannya arsitek selalu
memperhatikan kelancaran sirkulasi udara dan pencahayaan. Hal ini ditunjang
dengan adanya plafon yang diolah setinggi 3 meter sampai 5 meter serta adanya
bukaan-bukaan besar berupa kaca jendela, sehingga cahaya dan udara dapat leluasa
masuk.
Penerapan material bangunan alami seperti batu paras Yogya
pada dinding dan papan kayu merbau pada
anak tangga, merupakan upaya arsitek untuk mengurangi kesan kaku dan monoton
yang biasanya terdapat pada bentuk desain minimalis.
Lantai granit pearl white dipakai sebagai penutup pada
lantai-lantai di level publik dan semipublik. Untuk lantai-lantai semiprivat dan
lantai privat seluruhnya dipakai bahan parket kayu solid sebagai upaya untuk
memberikan suasana yang lebih hangat dan nyaman.
Secara keseluruhan rumah yang tampak anggun dan
berwibawa ini cukup mengekspresikan kepribadian penghuninya yang ramah dan
terbuka. Setiap sudut dirancang dengan cermat. Kekuatan desainnya justru tampak
dari kesederhanaan yang dipancarkan melalui pemilihan perabot modern yang
muncul di antara warna-warna monokromatik. Rumah ini merupakan sebuah rancangan
interior rumah tinggal inspiratif yang cukup berhasil. Suasana ruang-ruang yang
ada memberikan kenyamanan serta ketenangan jiwa pada penghuninya. (Didan/Yanthi
SS)
|