Issues
-
September, 2008
-
July, 2008
-
June, 2008
-
May, 2008
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
November, 2007
|
|
Fleksibilitas Split Level |
|
|
|
|
Friday, 20 June 2008 |
Fleksibel (lentur) berarti mudah diubah sesuai dengan kebutuhan. Dalam konteks mendesain sebuah hunian, konsep split level menjadi solusi cerdas karena susunan lantainya fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan terhadap ruang di lahan terbatas.
Hunian yang berlokasi di kompleks perumahan Bumi Serpong Damai, Tangerang ini merupakan karya tim desain Alco. Idenya berawal dari keinginan pemilik untuk memiliki rumah bergaya modern minimalis dengan ruang dalam yang luas dan banyak padahal luas lahan hanya 325 m2 berbentuk memanjang ke samping. Di lain pihak, aturan kompleks perumahan hanya memperbolehkan ketinggian maksimum 12 m di setiap rumah tinggal. Untuk menyiasati kondisi ini, tim desain dan pemilik sepakat untuk menerapkan susunan lantai berselang-seling atau biasa dikenal dengan istilah konsep split level.
Pada tahap awal, dirancang lima buah lantai berselang-seling dengan tangga sebagai area transisi yang berada di tengah lahan. Separuh dari lahan dinaikkan ketinggiannya dengan proses cut and fill kemudian area pintu masuk yang berada di lantai dua diolah berupa tangga dengan Kanopi. Lantai pertama ditata untuk garasi, dapur kotor dan teras belakang sedangkan lantai dua untuk area semipublik yaitu ruangan penerima tamu, ruangan keluarga, kamar tidur tamu dan kamar mandi tamu. Di lantai tiga, terdapat dapur bersih dan ruangan makan yang bersebelahan dengan area cuci dan jemur pakaian.
Lantai empat ditata untuk dua buah kamar tidur anak, kamar tidur dan kamar mandi utama, sedangkan lantai teratas untuk ruangan belajar dan ruangan bersantai. Susunan lantai yang berselang-seling ini tentulah mempengaruhi desain fasada dan hunian secara keseluruhan. Massa bangunannya menonjolkan komposisi kotak-kotak geometris yang disusun maju mundur secara dinamis dengan dua buah kubus besar yang menjadi fokus. Mengikuti posisi bangunan yang berada di kavling sudut, rumah ini dirancang dengan dua fasada yang tampak depan tampil lebih atraktif dengan adanya kanopi yang unik.
Kanopi ini terdiri dari deretan tiang yang menopang kanopi dan sebuah kubus yang seolah-olah “ditarik keluar” dari komposisi fasada. Bagian atas pintu masuk juga dirancang menyerupai kubus yang sengaja “ditarik ke atas” sehingga lebih menonjol dari kubus lainnya. Permainan warna off white, cokelat muda dan cokelat tua serta susun silang antara garis-garis vertikal dan garis horizontal dari teritis dan finishing bertekstur garis mempertegas keharmonisan wajah rumah ini. Bagian samping rumah yang teduh di antara pohon-pohon besar dan taman kompleks menjadi tempat favorit untuk bersantai.
Interior rumah, menerapkan komposisi kotak-kotak yang dinamis pada setiap elemen ruang mulai dari jendela, panel dekoratif sampai furnitur. Bukaan-bukaan lebar berupa jendela dan lubang udara yang repetitif juga diterapkan agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya alami, sirkulasi udara segar dan pandangan ke arah luar. Selain itu, permainan warna yang lebih cerah dan berani pada cat dinding juga menjadi prinsip rancangan. Contohnya, dinding belakang piano di ruangan penerima tamu dicat warna oranye yang senada dengan warna kain pelapis sofa dan lukisan abstraknya.
Untuk ruangan keluarga, tim desain sengaja merancang plafon yang tinggi sehingga ruangan berukuran 5 x 5 m2 tempat berkumpul ini terasa lapang. Salah satu dindingnya dicat warna cokelat kekuningan dan dihias dengan panel dekroratif bermotif serat kayu agar tercipta suasana “hangat”. Naik ke dapur bersih yang menyatu dengan ruangan makan, tim desain masih menerapkan dimensi ruang yang besar tetapi dua bidang dindingnya dicat warna merah yang senada dengan lukisan. Dalam hal ini, warna merah yang memberikan efek stimulasi dapat membangkitkan selera makan dan keceriaan di ruangan.
Lemari dapur / kitchen set-nya juga diberi finishing high pressure laminate (HPL) berwarna cokelat tua, cokelat muda dan abu-abu yang dipadu dengan bahan kaca bertekstur dan perangkat memasak yang canggih. Untuk kamar tidur utama, mulai dari kepala ranjang, meja nakas sampai panel dekoratif di dinding diberi finishing HPL warna hitam putih. Selain panel-panel dinding yang dilengkapi oleh lampu tersembunyi, ada pula sofa warna merah yang memberi aksentuasi. Furnitur kamar anak wanita, diberi finishing duco warna putih yang serasi dengan cat dinding warna ungu.
Pada kamar bermain sekaligus tempat bersantai di lantai teratas, salah satu dindingnya dipenuhi oleh deretan rak dan lemari serta dilengkapi meja belajar sedangkan bagian tengahnya sengaja kosong agar mudah digunakan untuk berbagai kegiatan lain. Inilah rumah idaman pemilik yang berhasil diwujudkan oleh tim desain.
Lokasi : Rumah tinggal di Bumi Serpong Damai
Arsitek : Ari Christian Winata dari Alco
Kontraktor : Andreas dari Alco
|

|