Sosok Adrian Maulana sudah tidak asing lagi bagi
pemirsa televisi, baik sebagai pemain sinetron, pembawa acara maupun sebagai
bintang iklan komersial. Namun tidak banyak yang tahu bahwa Adrian kini
menjalankan bisnis design and built terutama untuk hunian di Jakarta dan
sekitarnya.
Pria bertubuh atletis dan ganteng ini memang mengambil
pendidikan tinggi di bidang teknik mesin tetapi menekuni pula seluk beluk
desain interior. Sesuai dengan tren saat ini, Adrian menyukai desain yang
simpel, natural dan praktis, mengeksplorasi padu padan material yang mudah
dirawat. Kesempatan untuk menerapkan bakatnya dalam bidang desain ini terbuka
saat Adrian membeli lahan seluas 180 m2 di kawasan Bintaro. Ia merancang konsep
desain rumah dan membangun sendiri hunian impiannya. Fasada rumah diolah berupa
permainan bidang kotak yang diatur maju mundur. Salah satu bidang dinding
sengaja dibuat lebih tinggi menyerupai menara dan dihias dengan pergola kayu
sehingga menjadi aksen yang atraktif.
Hampir
semua bidang muka hunian didominasi oleh jendela lebar dan teritis simpel agar
mendapat pemandangan luas ke arah luar serta memaksimalkan masuknya cahaya
alami di samping memperoleh sirkulasi udara segar. Tamu resmi diterimanya di
ruangan foyer sedang tamu yang sudah akrab diterima di ruangan keluarga yang
menyatu dengan ruang makan dan pantry. Yang unik dari rumah ini adalah
penerapan konsep taman dalam (inner courtyard) dengan void dua lantai dan skylight
di bagian atasnya. Di samping itu area duduk dan kolam air mancur berada di
lantai dasar. Area terbuka ini dikelilingi oleh ruang foyer, area tangga,
ruangan makan dan ruangan keluarga serta hanya disekat oleh pintu kaca
lipat-geser.
Layout ruang yang berorientasi ke dalam ini memberi kesan
lapang dan praktis untuk melakukan kegiatan bersama meskipun lahannya terbatas.
Area terbuka berukuran 3,5 x 4,5 m ini didominasi oleh material alami seperti
dinding dengan air mancur dilapisi oleh batu candi bolong yang sekaligus
menjadi focal point. Untuk ruang dalam, Adrian memilih warna-warna netral
seperti abu-abu, off white dan dark brown sedangkan aksen ditampilkan melalui
pernik dekoratif berwarna cerah dan kontras. Diantaranya terdapat lukisan
abstrak, foto keluarga, karpet dan bantal kursi dengan motif retro. Adrian
merancang sendiri lemari dan ambalan built-in yang terbuat dari kayu nyatoh dan
diberi finishing melamik.
Mantan Abang Jakarta ini juga merancang panel dekoratif pada
kepala tempat tidur dan lubang angin yang unik di foyer. Di lantai atas, ditata
kamar tidur utama yang dilengkapi dengan walk-in-wardrobe, meja rias dan kamar
mandi yang cukup luas. Di samping itu satu sudut di selasar atas diolah menjadi
ruang kerja,
Adrian juga memberi perhatian khusus pada desain pencahayaan
(lighting) Ia menyadari bahwa pencahayaan yang tepat dapat membuat suasana yang
diinginkan. Sorotan cahaya pada sudut-sudut tertentu dapat menjadi eye catcher
pada fasada atau pada interior rumah. Indirect lighting banyak dipasang
dipinggir plafon dan di balik dinding dekoratif agar memperoleh kesan bidang
yang “melayang”.( Imelda Anwar )
ADRIAN MAULANA :
DUNIA PROPERTI SEBUAH TANTANGAN
Tampan, ramah, supel dan energik, semuanya melekat pada
diri Adrian Maulana, pria kelahiran
Jakarta, 29 Oktober 1977. Pria yang berdarah Minang ini ternyata memiliki bakat
yang tersembunyi. Ternyata bakat inilah yaitu sebagai desainer interior tampak
menonjol dan dilakoninya secara professional.
“Saya
sedang menekuni hobi yang kini justru menjadi peluang bisnis di masa depan yang
sangat menjanjikan, dan saya ingin bisnis ini saya tekuni secara profesional,”
ujarnya bersemangat.
Rumah ayah Sharla Martiza (3,5 tahun) yang
bergaya modern minimalis ini merupakan karya yang patut dibanggakan. Menurut
Adrian, dunia properti sudah ditekuninya dengan serius sekitar dua tahun yang
lalu. Kini ia tengah menyelesaikan proyek rumah tinggal yang lahannya cukup
luas. Proyek ini cukup menantang kemampuannya di bidang desain.
Penggemar
busana warna putih dan hitam ini kini sedang membintangi sebuah acara komedi di
salah satu stasiun televisi swasta dan menjadi presenter sebuah acara reality
show ini, kini sedang mempersiapkan untuk membuka kantor konsultan arsitektur.
“Gaya
bangunan yang saya senangi adalah yang modern, simpel, dan minimalis, yang sekaligus
mencerminkan gaya tropis. Saya juga memenuhi permintaan klien yang ingin
dibuatkan rumah di luar gaya tersebut. Bagi
saya ini sebuah tantangan. Namun, saya tetap mempertahankan ciri khas saya,
yaitu selalu menggunakan material alam
seperti kayu dan batu, yang berkualitas dan finishing yang baik serta penggunaan elemen warna yang tepat.”
ujar suami Dessy Ilsanty, mantan nona Jakarta 1998 ini kepada Griya Asri (Denyza)
Fotografer : Ahkamul Hakim
Lokasi : Kediaman keluarga Adrian Maulana di Bintaro
Arsitek dan kontraktor : Adrian Maulana
Pernik dekoratif : Koleksi Temple Tree, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Tanaman indoor : Koleksi Heri Syaefudin dari ‘Gonku Nursery,
Sawangan Depok
|