Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Interior arrow Cozy Living
Cozy Living PDF Print E-mail
Tuesday, 01 August 2006
simpel_ringan-aHunian menggambarkan gaya hidup pemiliknya. Ungkapan ini berlaku pula pada apartemen John Chang, seorang desainer interior yang baru selesai merenovasi kediamannya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

simpel_ringan-b Cozy living. Demikianlah kira-kira John menggambarkan gaya hidup dan desain tempat tinggalnya. Latar belakangnya adalah di bidang imigrasi dan bisnis tetapi ia juga banyak mendesain dan mengembangkan properti di Sydney, Australia bersama dengan para arsitek di sana. Untuk kediamannya di Jakarta, John lebih memilih tinggal di apartemen di pusat kota yang strategis, efisien, aman dan cukup memberi privasi sekaligus mudah dicapai. Dengan luas ruang yang terbatas, John menyadari betul bahwa desainnya harus menekankan pada aspek fungsi dan aspek simplicity sehingga tercipta suasana yang nyaman. Baginya, tinggal di apartemen itu tidak bisa sekadar mengubah kebiasaan tinggal di rumah biasa. “Di apartemen, setiap ruang menjadi satu kesatuan utuh, tempat setiap orang bisa merasa nyaman untuk beraktivitas apa saja dan dimana saja,” demikian tutur John. Adapun renovasi apartemen ini dikerjakan oleh Grahacitra Aditama ( Gracia ).

simpel_ringan-cPertama, John ingin memberi kesan hangat dan welcoming saat membuka pintu dan masuk ke area foyer. Karena itu ia memasang elemen dekoratif dinding berupa bingkai antik dari kayu jati yang dikombinasikan dengan pelapis dinding dari tinted glass warna merah pada bidang dinding lainnya. Kedua, John ingin menciptakan kesan lapang pada unit apartemen yang seluasnya 133 m2 ini dengan merancang open plan living. Caranya, pintu, kusen serta dinding yang awalnya menyekat ruang makan, dapur, ruang keluarga dan area servis dibongkar. Beberapa bagian dari dinding lama dan dinding baru dirancang menjadi ambalan terbuka untuk menampilkan koleksi pernik dekoratif. Ada pula bagian dari dinding yang menjadi built-in wardrobe / lemari tanam untuk tempat penyimpanan barang yang penampilannya dirancang serupa dengan dinding lainnya. Seluruh dinding dan plafon area ini dicat putih, tanpa memakai profil dekoratif dan lantainya ditutup oleh parket laminat cokelat muda.

simpel_ringan-d simpel_ringan-e

Agar detail ruang terlihat bersih / clean look, antara dinding dan plinth lantai ditutup dengan aluminium tebal 12 mm sedangkan pada plafon dibuat shadow line selebar 10 mm. Bagian atas dinding penyekat antara ruang keluarga dan dapur dibongkar menjadi ambalan kaca. Bagian tengah plafon juga dibongkar dan dinaikkan agar berkesan lebih tinggi sedangkan bagian pinggir yang menyerupai langit-langit gantung (dropped ceiling) digunakan untuk menyembunyikan unit AC dan dilengkapi dengan grill aluminium dan lampu halogen yang dilengkapi oleh dimmer. Teknik desain ini juga diterapkan pada seluruh plafon ruangan lain di apartemen ini. Dengan demikian, living area ini tampil ringan, terbuka dan menyatu. Ada kesinambungan visual antarruang sekaligus memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam apartemen.

simpel_ringan-fUntuk pengisi ruang, John memilih sofa berlapis kulit warna hitam yang unik, coffee table karya arsitek kenamaan Isamu Noguchi, standing lamp klasik Arco karya Achille Castiglioni, lemari built-in dan aksesori berupa bantal kursi berwarna cerah dan karpet dari bahan alami. Di ruang makan, John memilih kursi makan yang simpel berlapis kulit warna hitam dengan meja makan dari kaca dan metal karya Rolf Benz dari Jerman serta dekorasi dinding berupa kain dengan motif eksotik dan lampu gantung yang menjadi eye catcher area ini. Di samping itu dapur yang menjadi “jantung” hunian sengaja ditata bersisian dengan ruang makan tanpa sekat sehingga John dan kerabat yang datang dapat leluasa memasak, makan, minum dan bercengkrama santai. John mengubah lay-out dengan cara memanfaatkan sebagian koridor untuk memperluas dapur yang mendapat tambahan berupa jendela.

simpel_ringan-g Bagian atas dinding penyekat antara dapur dan kamar pembantu juga dibongkar untuk slit opening sehingga cahaya matahari dapat masuk ke area tersebut. Seluruh kitchen set dilapisi oleh laminat warna putih sedangkan lantai ditutup keramik warna abu-abu sehingga serasi dengan ruangan lainnya. Kamar tidur pembantu diubah menjadi ruang multifungsi yang antara lain dimana saat ini dimanfaatkan sebagai ruang studi. Namun sewaktu-waktu dapat kembali berfungsi sebagai kamar pembantu dengan dibuatnya pintu geser. John bukan saja mempertahankan layout kamar-kamar tidur tetapi juga menerapkan teknik desain yang serupa dengan ruang lain dalam mengolah plafon, dinding dan lantai termasuk built-in wardrobe. Hasilnya suasana apartemen menjadi nyaman dan eazy living. (Imelda Anwar)

 
< Prev   Next >