Di saat tren minimalis sedang digandrungi masyarakat kota,
konsep bangunan modern kolonial dengan interior klasik ternyata masih tetap
menjadi alternatif desain yang tak lekang dimakan waktu.
Hunian yang berlokasi di kawasan perumahan mewah Permata
Buana, Jakarta Barat ini merupakan hasil kerja sama yang harmonis antara Keluarga
Wilim sebagai pemilik dan konsultan Damar Mastercraft. Sebagai awal proses
pembuatan, konsultan berupaya mengolah kondisi lahan seluas 425 m2 yang berada
di kawasan rawan banjir dengan posisi di sudut jalan dan menghadap ke arah
barat. Pertama, ketinggian lantai dasar bangunan dinaikkan 3 m dari jalan di
depannya untuk mengantisipasi banjir sekaligus memperoleh ruang basemen yang
lapang untuk garasi, home theater, ruang fitnes dan area servis.
Selanjutnya, konsultan berorientasi pada prinsip arsitektur
kolonial yang “dikemas” dalam wujud modern sehingga penampilannya lebih
kontemporer, dan sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik. Untuk wujud
bangunannya, konsultan tidak mengacu pada bungalo bernuansa tropis mewujudkan
sebuah massa berbentuk kubus yang modern. Bangunan ini didominasi oleh dinding
solid dan dibuat jendela yang lebar pada sisi barat bangunan serta dinaungi
oleh deretan sirip-sirip panel GRC yang dipasang untuk meredam panasnya cahaya matahari
terutama di sore hari.
Ukuran dan skala bangunan dirancang secara proporsional
seperti terlihat pada lantai atas sebagai kepala dan lantai bawah sebagai badan
bangunan. Seluruh dinding luar dicat warna krem kecokelatan sedangkan pagar
rumah sengaja dilapisi oleh batu alam berwarna hitam untuk mempertegas
fungsinya sebagai kaki bangunan. Ciri gaya kolonial terlihat pada finishing
dinding berupa garis-garis horizontal, dan jendela kotak-kotak “dibingkai” oleh
frame yang sengaja dibuat menonjol keluar dari dinding sehingga tampil lebih
modern.
Sebagai elemen eye catcher, bagian sudut bangunan yang
menghadap ke persimpangan jalan dirancang berbentuk tabung dengan deretan
jendela kaca transparan serta pintu masuk utama. Area pintu masuk ini dinaungi
oleh portico yang simpel dan dapat dicapai melalui tangga atau melalui taman.
Saat masuk ke dalam area foyer, akan terlihat ruangan berbentuk tabung dengan void
tinggi dan skylight berbentuk bulat pada plafonnya serta selasar menuju ke
tengah bangunan. Untuk ruangan dalam, konsultan juga merancang plafon yang
tinggi di setiap lantai dan bukaan lebar serta dinding penyekat transparan.
Tata letak rumah juga didesain transparan terutama pada area
tangga, ruangan keluarga, ruangan makan dan taman belakang yang berada di
lantai dasar. Sebagai pemisah antara pantri dengan ruangan makan digunakan penyekat berupa pintu kaca geser sehingga terlihat menyatu. Selanjutnya
kamar tidur anak dan ruang belajar ditempatkan di lantai atas. Desain seperti ini
dapat mengoptimalkan sirkulasi udara segar dan mengoptimalkan masuknya cahaya
alami serta memberikan kesan ruang yang lapang. Dalam menata interior rumah,
konsultan menerapkan ornamen dekoratif khas gaya klasik kolonial seperti terlihat
pada profil plafon yang dirancang lebih simpel modern dan progresif.
Perpaduan warnanya tidak lagi didominasi oleh gradasi warna
cokelat sebagaimana pakem dalam gaya klasik tetapi dipadukan dengan warna yang
cerah sesuai dengan kepribadian pemilik yang ekspresif sehingga ruangan berkesan
segar, ringan dan elegan. Contohnya, area penerima didominasi oleh warna merah pada
lantai yang dilapisi oleh marmer jenis red travertine sedangkan kursi berlengan
dan coffee table-nya dari kayu mahoni dengan jok berlapis kulit. Ruangan
keluarga ditata dengan nuansa warna cokelat dan menonjolkan serat kayu.
Furnitur dan aksesori pada ruangan keluraga menerapkan gaya
modern klasik Amerika dengan ciri khas berupa bentuk melengkung yang
dimodifikasi menjadi lebih simpel dan proporsional agar ruangan tidak berkesan
“penuh”. Hal ini terlihat pada detail kaki kursi berlengan dan ornamen berupa deep
buttoned pada sofa dan juga pada kap lampu meja. Pemakaian soft furnishing
seperti pelapis kursi, pelapis sofa, gorden dan vitrage jendela berperan
penting untuk menciptakan suasana yang nyaman di rumah. Selain memakai tekstur
yang lembut, konsultan juga piawai dalam memadukan motif yang sedang tren
Contohnya, ruangan makan yang didominasi oleh warna peach
dan merah terakota dihias dengan painting wallpaper bercorak floral dan burung.
Ornamen dekoratif ini tampil menonjol dengan adanya tata pencahayaan (lighting)
yang memikat dari chandelier dan pendant lamp serta pencahayaan tidak langsung pada
langit-langit gantung. Sementara itu, pantri ditata dengan kitchen set dari
kayu mahony dan lantai berlapis marmer roso levanto. Suasana yang berbeda
terlihat di kamar tidur utama yang didominasi oleh warna hijau dan krem serta
motif garis-garis seperti terlihat pada bedcover, pelapis sofa dan gordennya.
Kamar mandi utama didesain unik dengan marmer fransisco
classico dan wallpaper berwarna merah
serta cermin berbingkai ukiran klasik. Anak tangga dilapisi oleh kayu merbau
yang diberi finishing gelap Secara keseluruhan desain hunian ini dapat mengakomodasi
kebutuhan dan keinginan pemilik sekaligus memberikan konsep baru pada desain
klasik.
|