|
Tuesday, 13 November 2007 |
|
Ide untuk mendirikan sebuah restoran yang mengusung konsep barbeque
sebagai tema utama ini berawal dari pemiliknya yang memang gemar memasak. Konsep
ini dipilih karena ia yaki konsep real-barbeque yang diusung restorannya akan
sukses menembus pasar Jakarta yang sangat responsif terhadap hal-hal baru,
termasuk dalam hal kuliner.
Konsep desain restoran terinspirasi dari
pengalaman pemilik sewaktu tinggal di Amerika Serikat, negara tempat masakan barbeque
dipopulerkan. Di sana restoran barbeque umumnya hanya berupa warung-warung di
pinggir jalan yang kesannya sangat welcoming dan friendly. Ide ini kemudian
diterjemahkan oleh arsiteknya melalui desain restoran yang secara keseluruhan
berkesan ‘hangat’ dan agak kasar (rustic), yaitu melalui permainan aksen kayu
yang memang banyak dipakai di Amerika Serikat. Struktur dan teksturnya yang terkesan
belum selesai (unfinished), dengan penataan pencahayaan yang sesuai.
Area restoran berawal dari area resepsionis yang di sisi
kanannya terdapat sebuah lounge dan bar minuman kecil yang terpisah dari area
makan utama di sisi kiri. Hal ini dimaksudkan untuk memecah alur sirkulasi agar
tidak terjadi “kekacauan” pada area dengan luas terbatas. Area makan utama terbagi
menjadi dua. Area pertama terasa hangat dan akrab dengan penerapan bangku built
in memanjang berwarna merah, serta penggunaan multipleks kayu sebagai bidang
dinding, lantai, dan plafon yang agak rendah. Area makan kedua berada di sebelahnya,
dan terasa lebih informal melalui penataan meja-kursi yang berkesan ringan dan pengksposan
langit-langit tanpa plafon. Selain itu, juga terdapat ruangan area VIP indoor
dan VIP outdoor dengan televisi dan sofa-sofa empuk. Keseluruhan restoran ini memang
tidak terlalu luas, tetapi dengan penataan elemen ruang yang cermat, dan tepat diperoleh
luasan ruang yang nyaman dan fungsional sehingga menunjang kelancaran seluruh
aktivitas di dalamnya.
|