Issues
-
September, 2008
-
July, 2008
-
June, 2008
-
May, 2008
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
November, 2007
|
|
Wednesday, 14 May 2008 |
Sebuah pendopo rumah Joglo asli Jawa Tengah berdiri megah di ujung ruangan, tempat aneka kebaya dipamerkan. Kesan mewah pada pendopo tampak terlihat pada ukiran kayu bermotif tradisional. Di atap rumah ini terpasang genteng yang diambil dari rumah lama sehingga menegaskan citra tradisional khas Jawa. Ruangan dalam rumah menampung berbagai aktivitas seperti konsultasi busana, dress fitting dan ruangan ganti pakaian.
Selanjutnya, di bagian depan pendopo rumah Joglo ini ditempatkan sepasang meja dengan kursinya untuk kebutuhan para tamu. Furnitur ini dekor secara simpel dengan hiasan bunga, dan pernak-pernik kerajinan tradisional. Di ruangan ini, terpasang ranting-ranting daun pada plafon yang turut mempercantik ruangan sehingga bagaikan menikmati suasana rumah desa di Jawa di dalam butik. Di sekeliling ruangan merupakan tempat busana kebaya dipamerkan yang dipajang pada manekin di samping menghadirkan aneka foto.
Inilah kreasi Anne Avantie pada gerai barunya yang dinamakan Rumah Penganten. Keluarga Anne turut aktif dalam menata interior butik "desa Jawa“ ini sehingga detail interior butik pengantin menghadirkan “suasana cinta”. Tampilan butik yang seperti “rumah sendiri” ini mencerminkan kecintaan keluarga terhadap akar budaya Jawa. Rancangan busana kebaya akhirnya tercipta dalam suasana budaya Jawa.
Butik ini merupakan wujud keberhasilannya di dunia mode setelah ia membuka butik perdananya di Jakarta pada tahun 2002 di kawasan Kelapa Gading. Dengan ruangan yang lebih lapang dan konsep yang lebih terfokus, butik busana “Rumah Penganten” ini lebih terasa nyaman dan tampil inovatif.
Perpaduan warna cat merah marun dengan hijau membuat suasana interior butik ini terasa akrab yang ditunjang oleh mebel-mebel berukiran dan terbuat dari bahan kayu yang “hangat”. Organisasi ruangnya sederhana berupa ruangan tengah sebagai tempat menerima tamu, area pendopo untuk dress fitting dan display busana kebaya di sekeliling lingkungan. Selain itu, di depan butik terpasang sebuah bingkai menggunakan plat cetakan motif batik dengan pola acak yang menjadi permainan visual yang menarik pandangan para tamu.
Anne Avantie, Kebaya dan Kasih SayangSosok Anne Avantie erat kaitannya dengan busana kebaya khususnya kebaya untuk ritual pernikahan. Rancangan kebaya Anne menjadi simbol dari kelembutan dan keanggunan kaum perempuan. Nama Anne semakin dikenal ketika ia diminta untuk membuat busana kebaya para peserta yang akan mengikuti pergelaran Miss Universe. Anne mengungkapkan bahwa dengan rasa nasionalisme yang tinggi, saya berusaha mengubah citra kebaya dari busana nasional yang berkesan konvensional menjadi busana internasional tanpa meninggalkan unsur tradisi akar budaya bangsa.
Di dalam bukunya yang berjudul Anne Avantie: Aku, Anugerah dan Kebaya, Anne mengatakan bahwa dunia kreasi rancang kebaya itu busana ibarat membuat kue. Dalam pembuatan aneka kue memakai bahan yang sama seperti terigu, telur, mentega dan sebagainya. Demikian pula dalam pembuatan karya busana modal kita tetap sama yaitu : kain, mesin jahit, jarum, dan benang. Namun, kelihaian kita dalam ”meracik bumbu”lah yang menjadi rahasia suksesnya. Buku ini menceritakan proses kisah hidup “pendewasaan” dirinya yang pahit dan yang manis yang dibahas secara gamblang sehingga terungkaplah perjalanan kariernya sampai menjadi perancang terkenal.
Ditengah kesibukan di dunia mode, Anne masih menyempatkan diri untuk turut terlibat dalam aktivitas sosial yaitu membantu mendirikan Wisma Kasih Hydrocephalus pada tahun 2002. Anak-anak penderita penyakit hydrocephalus (kelapa membesar) memerlukan uluran tangan kita. Dalam bukunya dia mengatakan bahwa berbagi kasih bukan suatu hal yang dilebih-lebihkan. Berbagai kasih adalah rasa paling rasa paling hakiki yang seharusnya kita miliki.
|

|