Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Gaya Hidup arrow Romantisnya Suasana Kolonial
Romantisnya Suasana Kolonial PDF Print E-mail
Wednesday, 10 October 2007

img_0267 Tema kolonial seakan-akan tak ada habisnya diangkat dalam perjalanan sejarah arsitektur di negara kita. Terdapat berbagai rasa rindu dan nostalgia yang datang dan kembali menghidupkan kenangan yang manis sekaligus romantis.

Salah satu tempat yang dapat membangkitkan nostalgia dapat kita temui di sebuah restoran baru di Kawasan Menteng Jakarta Pusat, yaitu restoran Bunga Rampai. Restoran ini berlokasi di sebuah bangunan yang dulunya adalah rumah tinggal kolonial, yang direnovasi dengan mempertahankan beberapa detail asli seperti pilar-pilar dan bentuk elemen-elemen bangunan yang cukup “Raksasa”, sehingga dari tampilan fasada bangunan tecermin nuansa kolonial sebagai identitas utama bangunan.

img_0264 Area makan di restoran Bunga Rampai dibagi menjadi beberapa ruangan. Dimulai dari area resepsionis, langsung terlihat ruangan makan utama dan yang terbesar, yaitu ruang Anyelir. Di sebelahnya terdapat lounge untuk tempat menunggu atau sekadar tempat duduk-duduk yang bernuansa warna hijau keemasan dan agak mewah, yaitu ruang Kemuning. Di sayap kiri restoran terdapat ruang Alamanda yang alami dan bersifat semi outdoor, serta ruang Teratai yang menyerupai rumah kaca dan tampil “feminin” melalui detail lemari dan bufet klasik yang cantik dengan didominasi oleh warna putih. Adapun di sayap kanan bangunan terdapat ruang Kacapiring yang merupakan area merokok dengan detail bersuasana klasik yang unik. Ada pula ruang Dahlia dan ruang Seruni yang merupakan ruang makan VIP dengan kesan elegan melalui detail klasik berwarna keemasan.     

Selain mengangkat tema klasik kolonial, restoran Bunga Rampai juga menampilkan tema tumbuh-tumbuhan sebagai konsep khusus yang ikut mewarnai perencanaan detail interior ruangan. Selain melalui penamaan ruangan yang menggunakan nama-nama bunga, konsep tumbuh-tumbuhan tersebut juga dimunculkan dalam bentuk elemen desain, misalnya berupa gambar hiasan dinding, motif pelapis kursi, tirai, dan wallpaper, pola ukiran dan cetakan kursi-kursi dan bingkai lukisan. Selain itu tentu terdapat pula rangkaian cantik bunga-bunga segar dalam wadah unik sebagai focal point, serta tanaman hijau outdoor yang diekspos sebagai latar belakang di ruangan dalam. Dalam keseluruhan tampilan restoran, dapat dikatakan tema tumbuh-tumbuahn inilah yang memberikan kesan istimewa di setiap ruangan, sehingga muncullah suasana romantis dalam kemasan kolonial. 

 

Lokasi: Bunga Rampai, Jakarta Pusat
Arsitek/Desainer Interior: Agam Riyadi

 
< Prev   Next >