|
Thursday, 21 February 2008 |
Budaya minum teh sebenarnya bukan hal yang asing
di Indonesia. Menghidangkan teh pada pagi dan sore hari untuk sejenak bersantai,
sering dilengkapi dengan camilan ringan,
sudah sejak lama menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat kita. Teh
yang memiliki nama latin Camellia sinensis ini dipercaya memiliki banyak
manfaat berkat zat yang dikandungnya. Khasiatnya beragam mulai dari sekadar
pelepas dahaga yang membangkitkan kesegaran di kala penat dan juga memberikan
ketenangan di kala gundah, sampai khasiat vitamin dan antioksidan untuk
kecantikan, serta kemampuannya mencegah datangnya berbagai penyakit seperti
kanker, jantung, dan stroke.
Namun di luar kentalnya kebiasaan nge-teh dengan beragam
manfaat tersebut, pada kenyataannya apresiasi terhadap teh di Indonesia sendiri
masih kurang. Hal inilah yang menjadi pemikiran awal yang mendasari berdirinya Tea
Addict. Belum ada produsen yang benar-benar mengemas teh secara serius sebagai
produk gaya hidup, sehingga teh dapat dengan mudah masuk sebagai bagian dari
budaya populer yang positif, dengan mengedepankan isu kesehatan dan kecantikan.
Tea Addict dapat dikatakan merupakan pelopor kedai teh modern di Indonesia,
memiliki lebih dari 100 jenis teh, yang seluruhnya dihidangkan dalam berbagai
varian makanan dan minuman yang menggugah selera. Setiap jenis memiliki khasiat
dan karakternya sendiri-sendiri, terlepas dari keistimewaan citarasa yang
muncul saat menyeruput teh.
Tea Addict yang kami liput ini yang berlokasi di kawasan Kebayoran
Baru. Kedai ini selain memiliki ragam hidangan teh yang disediakan di lantai-1,
juga memiliki pelayanan spa berbahan dasar teh yaitu di Q-Tea Spa dan salon
yang terletak lantai-2. Seluruh interior ruangannya didesain indah dan homy
sehingga tercipta suasana nyaman untuk berkumpul dan bersantai sambil mengobrol
atau sekadar relaksasi sendirian. Karpet, bangku, sofa-sofa besar nan empuk,
dan pernak-pernik ruang berkesan seperti di rumah tinggal tampak familiar dalam
interior kafe bernuansa warna earth-tone yang soft, dengan ditunjang
pencahayaan temaram sehingga ruangan terasa akrab dan hangat. Sebuah
perpustakan kecil menjadi sudut nyaman di ruangan. Bagi penggemar hang out yang
lebih meriah, juga tersedia area bar dengan backdrop yang mengekspos stoples-stoples
daun teh yang tampak eksotis. Seluruhnya tampil sebagai paduan yang harmonis
dan representatif sesuai dengan konsep yang diusung yaitu ‘mengapresiasi teh’.
Desainer Interior
: Erza
Lokasi : Tea
Addict, Jakarta
|