| Melebur Ditengah Kota |
|
|
|
| Thursday, 01 June 2006 | |
|
Kota Jakarta adalah sebuah metropolis yang
berkembang pesat mengejar perkembangan kota-kota besar dunia lainnya seperti
New York, Tokyo dan Singapura. Uniknya, berbagai kultur dan budaya lokal atau
budaya internasional di Jakarta melebur dalam interaksi sosial yang kondusif
terhadap berbagai tempat seperti kafe, restoran, dan shopping mall yang bermunculan untuk memenuhi gaya hidup masyarakat
kota Jakarta.
Dari sekian banyak tempat rekreasi ada sebuah kafe
dan patisserie yang menjadi
titik temu para tamu dari berbagai kalangan masyarakat Jakarta. Kafe ini
menggabungkan konsep coffee house
dengan restoran, dengan kualitas hidangan dan minuman bercita rasa tinggi.
Café Amadeus demikian nama kafe tersebut telah mengembangkan bisnisnya di berbagai mal terkenal di Jakarta, menyajikan pilihan baik hidangan ringan maupun hidangan berat dengan sajian menu yang segar, prima serta berkualitas. Restoran bergaya kafe ini menawarkan kenikmatan sajian menu Eropa dan hidangan home-cooked di tengah kesibukan warga kota dan kemacetan kota. Café Amadeus menampilkan perpaduan kursi lounge kulit dan kursi makan rotan yang kontemporer, ditunjang desain interior yang bersih dan furnishing tarikan garis lembut serta pencahayaan yang nyaman sementara sentuhan-sentuhan unik di dinding dengan penerapan warna hijau lumut dan kayu finishing tua berserat dipadukan dalam interior yang “homey”. Tidak hanya interiornya yang berkesan demikian melainkan juga sajian hidangannya. Mulai dari menu ala Timur sampai Barat diberi sentuhan unik ala in-house chef-nya. Menu khasnya adalah selada Totato Mozzarella, hidangan utama Chicken Sebastian dan Fetuccini con Olio serta minuman Lemon Grass dan Strawberry Caipirosca yang unik dan istimewa. Resto café ini dibagi menjadi lounge di bagian depan dengan meja bar yang cocok untuk display dan melakukan transaksi, dan ruangan samping untuk makan malam. Posisi bangunannya yang terletak di pojok juga amat menguntungkan karena mempunyai teras luar yang nyaman dengan pemandangan bangunan-bangunan di sepanjang Jalan Sudirman. Di malam hari cahaya lilin di setiap meja melembutkan nuansa ruangan. Pemiliknya, Mr. Karl Froeschl dan mitranya yakin bahwa sekarang banyak tamu yang mencari tempat untuk menikmati the true coffee house dengan harga yang terjangkau. Karl dan mitranya jugalah yang mendirikan Café Wien di Jakarta. Mereka percaya bahwa langkah menangani dan menampung keinginan para tamu serta staf resto café ini akan menghasilkan standar sebuah tempat dengan kualitas yang tinggi.
Yosi Wyoso |
| < Prev | Next > |
|---|


















