Sebuah club lounge di Jakarta tampil eksklusif
dengan permainan warna yang menawan dan desain yang unik. Tampilan ekspresif
ini adalah hasil kerjasama antara dua
desainer interior yaitu Ho Chin Wang dari Singapura dan Zak Nio dari Indonesia. Sang
deasiner menyatakan bahwa hasil desain mereka termasuk berlebihan
(exaggerated).
Mereka mengadop berbagai desain yang menawan dan
dipadu menjadi sebuah tempat yang elegan dengan desain yang mengacu pada gaya maksimalis. Yang
dimaksud dengan exaggerated menurut desainer adalah pengolahan desain
yang dibuat berlebihan sehingga menghasilkan suatu bentuk dan warna yang
“bertabrakan” tetapi tetap terkontrol dan terlihat impresif.
Adapun
nama club lounge tersebut tersebut, Babyface yang berarti
mempunyai wajah seperti anak-anak atau bayi. Logo besar yang terpampang pada
dinding foyer memperlihatkan gambar grafis muka bayi yang berambut merah
dan ikal yang menunjukkan vitra club yang eksotis. Grafis tersebut
diasosiasikan dengan slogan “Bring your innocence leave innocent!” Mungkin logo
tersebut bertujuan agar dapat menarik perhatian kalangan profesional muda yang
eksotis dengan gaya
hidup mereka yang dinamis.
Club
Lounge ini terdiri dari area club dengan music DJ, lounge dengan live
band dan restoran Jepang yang terpadu. Semua bagian ini didesain dengan gaya yang berbeda
sehingga para tamu disuguhkan berbagai desain yang dinamis. Meja resepsi pada
area foyer terbuat dari akrilik berwarna merah pekat yang menerapkan
warna dominan yang juga terdapat pada interior ruang lainnya..
Tangga
di foyer membagi kedua ruangan yaitu Babylounge yang berada di
level atas dan club area yang berseberangan langsung dengan area foyer.
Babylounge bersisian dengan ruang santai yang dilengkapi dengan bar yang
menarik dan ruang live band. Elemen interior pada ruang lounge
ini mempunyai motif grafis garis tidak beraturan seperti “rambut” yang
mengangkat gaya ‘maksimalis’. Elemen tersebut juga diaplikasikan pada cermin
dinding, lapisan bahan sofa dan kursi serta bagian lampu yang walaupun
berlebihan tetap menghasilkan suatu komposisi yang menarik. Koridor panjang
melintang di tengah ruang lounge membawa para tamu ke arah resto Jepang yang
menerapkan bambu, kayu dan batu alam. Ruang resto ini hanya berfungsi untuk
mengakomodasi tamu dengan meja bar dan beberapa meja untuk bersantap.
 |
|
Area
club juga dapat dicapai melalui kamar mandi yang didesain unik, memakai kaca
pembatas ruang yang setengah transparan. Dari kedua ruang toilet (pria dan
wanita) dari kaca ini terlihat bayangan orang yang berada di dalam ruang
“publik” tersebut. Club area terdiri dari bar yang memanjang pada satu sisi
dinding dengan area duduk pada sisi lainnya. Meja tinggi dengan kursi tanpa
sandaran menjadi area favorit para tamu untuk berjoget mengikuti alunan musik
DJ. Karena itu, desain maksimal ini terlihat lebih menawan. (Yosi Wyoso)
Fotografer: Ahkamul Hakim
Lokasi: Babyface Lounge and
Club di Jakarta Pusat
Desainer Interior: Zak Nio dan Ho
Chin Wang
|