Gaya victorian kembali mewarnai tren fashion akhir-akhir
ini. Tampilan yang romantis dan glamor ini juga diterapkan pada desain interior
sebuah butik bergengsi yang menawarkan produk eksklusif mutakhir.
Butik Socialité yang
berlokasi di Kebayoran Baru ini sudah tidak asing lagi dikalangan fashionista
ibu kota. Saat pertama kali berdiri tiga tahun lampau, interiornya ditata
bergaya modern minimalis dan didominasi oleh panel kayu. Seiring dengan
perubahan tren, butik yang dimiliki oleh Fandania Mutia, Yulfi Herman dan Achie
Yudhistira ini mengubah penampilannya jadi bergaya victorian eclectic agar
terciptakan suasana yang nyaman dan elegan. Berbekal pengalaman, referensi dan gagasan,
Nia menawarkan ide desain dan mendiskusikannya bersama rekan kerja. Produk yang
dijual juga lebih selektif dan fokus pada tas dan sepatu bermerek terkenal / branded
agar sesuai dengan citra baru butik.
Adapun gaya victorian, rococo, gothic dan renaissance mengingatkan
kita pada kehidupan para bangsawan di Eropa pada abad ke 17 yang menonjolkan
aspek feminin, elegan dan mewah. Citra inilah yang kembali menjadi tren baik
dalam bidang fashion maupun dalam bidang interior dan dikombinasikan dengan
aspek praktis serta fungsional sesuai
dengan gaya hidup masa kini. Ciri gaya ini adalah bentuk elemen yang masih
simpel tetapi tidak lagi didominasi oleh kotak-kotak geometris, yaitu diberi
sentuhan ornamen dekoratif khas victorian baik dalam hal warna, tekstur maupun
motif. Contohnya, banyak digunakan bahan yang berkarakter mengkilap dan lembut .
Unsur gothic terlihat dari bentuk menyerupai kubah pada bagian atas lemari display.
Kain seperti chiffon, beludru dan damask silk mendominasi elemen
soft furnishings diantaranya berupa upholstery, gorden dan panel dekoratif. Warna-warna
dark tones dan kontras seperti merah crimson dengan hitam dan warna emas serta
motif berukuran besar seperti bunga dan animal print menjadi pilihan gaya
tersebut. Ciri lainnya adalah kaya akan detail ornamental seperti sponged / padded
wall dengan needlepoint cushions, trompe l’oeil atau glazing sebagai hiasan
dinding dan ukiran baik pada lengan kursi maupun kaki kursi. Bentuk furnitur
cenderung bervolume atau deeply cushioned seating sehingga nyaman untuk
diduduki seperti Chesterfield chair.
Perubahan lain pada butik ini adalah layout ruang yang lebih
terbuka sehingga alur kegiatan lebih leluasa dan pengelompokan display produk
yang lebih jelas. Menurut Lila Yahya, Direktur Operasional butik ini, pintu
utama diubah posisinya dan sisa ruang diolah menjadi foyer yang atraktif. Saat
masuk, konsumen dapat langsung melihat-lihat display produk terbaru yang ditata
apik bersama dengan built-in bench di tengah ruangan. Bergerak ke tengah,
terdapat satu ruangan khusus untuk display produk bernuansa tradisional seperti
kain songket yang letaknya bersebelahan dengan kamar ganti pakaian. Ada pula
sudut ruang untuk display perhiasan dan seperangkat sofa.
Aksesori
interiornya juga unik seperti chandelier dan cermin dengan bingkai berukir. Desain
interior butik ini berupaya menonjolkan keindahan produk. Butik ini memang fokus pada koleksi branded handbag seperti Marc Jacobs, Stam,
Balenciaga Arena dan Fendi Be Bag. Ada pula koleksi sepatu Lola Guapa dari
Spanyol, koleksi pakaian Heirloom & House of Rosi serta koleksi perhiasan Forever Jewellery dan
Sai Pearls . ( Imelda Anwar )
|