Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Gaya Hidup arrow Gaya Victorian Elektik
Gaya Victorian Elektik PDF Print E-mail
Tuesday, 10 October 2006
gh3Gaya victorian kembali mewarnai tren fashion akhir-akhir ini. Tampilan yang romantis dan glamor ini juga diterapkan pada desain interior sebuah butik bergengsi yang menawarkan produk eksklusif  mutakhir.

gh1 Butik Socialité  yang berlokasi di Kebayoran Baru ini sudah tidak asing lagi dikalangan fashionista ibu kota. Saat pertama kali berdiri tiga tahun lampau, interiornya ditata bergaya modern minimalis dan didominasi oleh panel kayu. Seiring dengan perubahan tren, butik yang dimiliki oleh Fandania Mutia, Yulfi Herman dan Achie Yudhistira ini mengubah penampilannya jadi bergaya victorian eclectic agar terciptakan suasana yang nyaman dan elegan. Berbekal pengalaman, referensi dan gagasan, Nia menawarkan ide desain dan mendiskusikannya bersama rekan kerja. Produk yang dijual juga lebih selektif dan fokus pada tas dan sepatu bermerek terkenal / branded agar sesuai dengan citra baru butik.

gh2 Adapun gaya victorian, rococo, gothic dan renaissance mengingatkan kita pada kehidupan para bangsawan di Eropa pada abad ke 17 yang menonjolkan aspek feminin, elegan dan mewah. Citra inilah yang kembali menjadi tren baik dalam bidang fashion maupun dalam bidang interior dan dikombinasikan dengan aspek praktis serta fungsional  sesuai dengan gaya hidup masa kini. Ciri gaya ini adalah bentuk elemen yang masih simpel tetapi tidak lagi didominasi oleh kotak-kotak geometris, yaitu diberi sentuhan ornamen dekoratif khas victorian baik dalam hal warna, tekstur maupun motif. Contohnya, banyak digunakan bahan yang berkarakter mengkilap dan lembut . Unsur gothic terlihat dari bentuk menyerupai kubah pada bagian atas lemari display.

gh4Kain seperti chiffon, beludru dan damask silk mendominasi elemen soft furnishings diantaranya berupa upholstery, gorden dan panel dekoratif. Warna-warna dark tones dan kontras seperti merah crimson dengan hitam dan warna emas serta motif berukuran besar seperti bunga dan animal print menjadi pilihan gaya tersebut. Ciri lainnya adalah kaya akan detail ornamental seperti sponged / padded wall dengan needlepoint cushions, trompe l’oeil atau glazing sebagai hiasan dinding dan ukiran baik pada lengan kursi maupun kaki kursi. Bentuk furnitur cenderung bervolume atau deeply cushioned seating sehingga nyaman untuk diduduki seperti Chesterfield chair.

gh5 Perubahan lain pada butik ini adalah layout ruang yang lebih terbuka sehingga alur kegiatan lebih leluasa dan pengelompokan display produk yang lebih jelas. Menurut Lila Yahya, Direktur Operasional butik ini, pintu utama diubah posisinya dan sisa ruang diolah menjadi foyer yang atraktif. Saat masuk, konsumen dapat langsung melihat-lihat display produk terbaru yang ditata apik bersama dengan built-in bench di tengah ruangan. Bergerak ke tengah, terdapat satu ruangan khusus untuk display produk bernuansa tradisional seperti kain songket yang letaknya bersebelahan dengan kamar ganti pakaian. Ada pula sudut ruang untuk display perhiasan dan seperangkat sofa.

Aksesori interiornya juga unik seperti chandelier dan cermin dengan bingkai berukir. Desain interior butik ini berupaya menonjolkan keindahan produk. Butik ini memang fokus pada koleksi branded handbag seperti Marc Jacobs, Stam, Balenciaga Arena dan Fendi Be Bag. Ada pula koleksi sepatu Lola Guapa dari Spanyol, koleksi pakaian Heirloom & House of Rosi  serta koleksi perhiasan Forever Jewellery dan Sai Pearls . ( Imelda Anwar )

 
< Prev   Next >