|
Bernostalgia Disebuah Restoran |
|
|
|
|
Wednesday, 04 July 2007 |
Banyak cara untuk melepaskan kerinduan dan mengingat
kenangan manis di masa lalu. Bernostalgia ke zaman kolonial menjadi sangat
berarti bagi sebagian orang, terutama mengenang hal-hal yang menyenangkan
seperti suasana dalam budaya Belanda, dan acara rijtafel.
Dalam liputan gaya hidup kali ini, Griya Asri menampilkan
sebuah restoran yang menghadirkan suasana tempo doeloe. Restoran yang bernama Kembang
Goela ini berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Nama restoran ini mengingatkan kita
kepada hal-hal yang manis dan beraneka ragam warni. Ungkapan yang mengatakan ‘ada
gula ada semut’ merupakan inspirasi pemilik untuk mewujudkan sebuah restoran
yang sarat dengan berbagai aspek nostalgia yang manis seperti kembang gula.
Restoran ini hadir dengan nuansa zaman kolonial yaitu ketika
Indonesia masih di jajah Belanda. Suasana tempo dulu dalam restoran ini begitu
kental yang dapat dirasakan oleh setiap pengunjung restoran. Suasana hangat dan
romantis sengaja dimunculkan melalui tata pencahayaan yang temaram. Plafon
restoran dibuat tinggi seperti rumah-rumah pada zaman Belanda dulu. Jendela-jendela
yang di desain ramping dan berwarna putih
menjadi bagian interior yang mempertegas suasana tempo dulu.
Ruangannya terdiri dari berbagai ruangan antar lain ruangan
serba guna (fungsional) yang dapat dipakai untuk acara-acara tertentu. Ada pula
sebuah lounge yang bersuasana nyaman yang sekaligus berfungsi sebagai ruangan meroko
(smoking area). Selain itu, terdapat private room dengan wallpaper bercorak indah
yang dapat digunakan untuk acara tertentu yang daya tampungnya lebih kecil. Berbagai
aksesoris yang berasal dari zaman Belanda juga masih dapat kita lihat di restoran
ini mulai dari radio, biola, sampai dengan pemutar piringan hitam. Peranti
makan ala Belanda di zaman dahulu dipadukan dengan sentuhan modern sehingga
masih tampak kontemporer.
Selain penataan interior, jenis makanannya juga disajikan secara
khusus agar para pengunjungnya seakan-akan merasa hidup pada zaman kolonial.
Suasana kebiasaan warga Belanda, kalangan atas, tuan-tuan tanah dan para
pejabat tinggi Belanda diadopsi dalam restoran ini. Untuk itu, Kembang Goela
mencoba menyajikan makanan Indonesia dengan tampilan yang sangat unik dan
menarik. Misalnya, ada sosis Om Yance, yang dibuat sepanjang satu meter. Di
samping itu, ditawarkan pula ikan kerapu goring, udang jongker, asinan sayur,MG
Es benderaku, dan es parahyangan.
Salah satu acara yang dihadirkan kembali pada restoran tempo
doeloe ini adalah rijstafel yang mengingatkan kita pada masa lalu. Rijtafel merupakan
suatu cara khas menghidangkan makanan yaitu pelayannya keluar dari dapur secara
berbaris dan masing-masing membawa makanan pesanan untuk disajikan kepada tamu
yang telah duduk di meja panjang.
|