Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Gaya Hidup arrow Bernostalgia Disebuah Restoran
Bernostalgia Disebuah Restoran PDF Print E-mail
Wednesday, 04 July 2007
_mg_6748Banyak cara untuk melepaskan kerinduan dan mengingat kenangan manis di masa lalu. Bernostalgia ke zaman kolonial menjadi sangat berarti bagi sebagian orang, terutama mengenang hal-hal yang menyenangkan seperti suasana dalam budaya Belanda, dan acara rijtafel.

Dalam liputan gaya hidup kali ini, Griya Asri menampilkan sebuah restoran yang menghadirkan suasana tempo doeloe. Restoran yang bernama Kembang Goela ini berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Nama restoran ini mengingatkan kita kepada hal-hal yang manis dan beraneka ragam warni. Ungkapan yang mengatakan ‘ada gula ada semut’ merupakan inspirasi pemilik untuk mewujudkan sebuah restoran yang sarat dengan berbagai aspek nostalgia yang manis seperti kembang gula. _mg_6784Restoran ini hadir dengan nuansa zaman kolonial yaitu ketika Indonesia masih di jajah Belanda. Suasana tempo dulu dalam restoran ini begitu kental yang dapat dirasakan oleh setiap pengunjung restoran. Suasana hangat dan romantis sengaja dimunculkan melalui tata pencahayaan yang temaram. Plafon restoran dibuat tinggi seperti rumah-rumah pada zaman Belanda dulu. Jendela-jendela yang di desain ramping dan berwarna putih  menjadi bagian interior yang mempertegas suasana tempo dulu.

Ruangannya terdiri dari berbagai ruangan antar lain ruangan serba guna (fungsional) yang dapat dipakai untuk acara-acara tertentu. Ada pula sebuah lounge yang bersuasana nyaman yang sekaligus berfungsi sebagai ruangan meroko (smoking area). Selain itu, terdapat private room dengan wallpaper bercorak indah yang dapat digunakan untuk acara tertentu yang daya tampungnya lebih kecil. Berbagai aksesoris yang berasal dari zaman Belanda juga masih dapat kita lihat di restoran ini mulai dari radio, biola, sampai dengan pemutar piringan hitam. Peranti makan ala Belanda di zaman dahulu dipadukan dengan sentuhan modern sehingga masih tampak kontemporer.

udang-jongkerSelain penataan interior, jenis makanannya juga disajikan secara khusus agar para pengunjungnya seakan-akan merasa hidup pada zaman kolonial. Suasana kebiasaan warga Belanda, kalangan atas, tuan-tuan tanah dan para pejabat tinggi Belanda diadopsi dalam restoran ini. Untuk itu, Kembang Goela mencoba menyajikan makanan Indonesia dengan tampilan yang sangat unik dan menarik. Misalnya, ada sosis Om Yance, yang dibuat sepanjang satu meter. Di samping itu, ditawarkan pula ikan kerapu goring, udang jongker, asinan sayur,MG Es benderaku, dan es parahyangan.

Salah satu acara yang dihadirkan kembali pada restoran tempo doeloe ini adalah rijstafel yang mengingatkan kita pada masa lalu. Rijtafel merupakan suatu cara khas menghidangkan makanan yaitu pelayannya keluar dari dapur secara berbaris dan masing-masing membawa makanan pesanan untuk disajikan kepada tamu yang telah duduk di meja panjang.

 
< Prev   Next >