Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Arsitektur arrow Wujud Dinamis Struktur Boks dan Koridor
Wujud Dinamis Struktur Boks dan Koridor PDF Print E-mail
Friday, 07 July 2006
dinamis_bMemiliki lahan di pojokan berarti membuka peluang bagi arsitek untuk membuat sebuah desain arsitektur yang unik. Salah satu keunikan tersebut adalah mempunyai fasada depan dan samping yang mengikuti tata ruang di dalamnya. Sebuah rumah di salah satu perumahan elite Bandung Utara tampil dengan tampak rumah yang demikian dinamisnya atas dasar rancangan arsitektur tropis kontemporer yang kuat.

dinamis_e Arsiteknya, Ir. Alexander I. Santoso, mengatakan bahwa rancangan rumah  ini diupayakan agar dapat menciptakan komposisi massa ramping atau rekomposisi fragmentasi massa untuk menghadirkan ruang-ruang dinamis dan berkesinambungan. Singkatnya, rancangan diarahkan untuk menghasilkan pengalaman yang mengesankan, terutama di ruang transisi yang dapat melunakkan batas antara ruang luar dan ruang dalam dengan jalan menggubah “ruang di antara ruang” menjadi perwujudan struktur massa boks dan koridor yang menjadi representasi fagmentasi massa tadi.

Di lahan seluas 325 m2 ini ditempatkan bangunan seluas 310 m2 terdiri dari dua bangunan bertingkat dua dengan diberi jarak untuk menciptakan ruang di antaranya. Lantai dasar berfungsi ruangan keluarga dan ruangan makan dilengkapi dengan sebuah pantri di dalamnya.  Di lantai atas, ruang antara ini dipergunakan sebagai tempat duduk santai yang diapit oleh kamar-kamar tidur. Bangunan berikutnya terletak di area belakang rumah, dipisahkan oleh tangga, dan dipakai untuk daerah servis serta toilet.  
dinamis_j dinamis_f
dinamis_h

Memasuki ruangan tamu terlihat sebuah koridor dengan inner court yang tercipta dari tata-letak bangunan-bangunan tadi.  Area terbuka ini dimanfaatkan sebagai elemen penyejuk dengan menempatkan sebuah kolam reflektif di tengah inner court tadi. Dengan demikian area transisi semi-terbuka ini juga dapat menjadi akses sirkulasi horizontal dan vertikal yang efisien. Struktur kolom baja ramping yang menopang dua lantai sengaja diekspos pada koridor ini. Sementara pelapisan pada dinding tidak hanya menciptakan ruangan-ruangan fungsional tetapi juga koridor inner court yang membuka dari dalam, seperti pada ruangan keluarga yang dirancang dengan pintu lipat berkaca. Dari dalam, pemandangan ke luar menjadi tak terhalang berkat bukaan kaca lebar serta jendela yang mengelilingi area inner court tersebut. 

dinamis_a
dinamis_i dinamis_d


Dari muka bangunan sudah terlihat permainan pelapisan ditunjang bahan bangunan yang kontras tetapi tetap mengikuti konsep tropis. Konsep tropis tersebut dipertegas atap datar yang menaungi massa induk bagaikan payung besar yang ringan dan tipis. Seluruh rangka atap menggunakan struktur baja sedangkan penutup atapnya terbuat dari lembaran baja gelombang yang memberi kesan ringan. Desain ramping ini dimaksudkan untuk memperkuat kesan modern. Warna tembok pun bernuansa tropis modern yaitu kuning dan abu-abu dengan aksen putih.  Meskipun kaku tetapi permainan pelapisan tadi sanggup membuat desainnya secara keseluruhan menjadi lebih hidup. 

Bukan itu saja. Bahkan elemen bidang dan garis pun dimanfaatkan sebagai penggubah ruang sehingga karakter bangunan terlihat kaya dalam permainan komposisi elemen arsitektur yang beragam namun tetap harmonis.

dinamis_c
dinamis_g

 Alex mengungkapkan bahwa desain rumah ini dibangun atas dasar pemikiran modern demi memperkuat bentuk arsitekturnya yang spasial maupun visual.  Untuk itu pengolahannya dibuat harmonis, baik dalam bentuk-bentuk geometrisnya yang tegas maupun elemen serta karakternya yang jelas, jujur dan proporsional. Alhasil, kiat-kiat tersebut berhasil menampilkan rancangan yang fungsional sekaligus tampil tanpa elemen dekoratif, disertai pertimbangan matang terhadap aspek tempat, iklim, cahaya dan teknologi.

 

Penulis : Yosi Wyoso
Fotografer:
Lokasi: Kompleks Istana Regency II di Bandung Utara
Arsitek: Ir. Alexander I. Santoso (principal) dari Wastu Cipta Parama
Tim desain: Oky Kusprianto dan Yulianawati
Kontraktor: Budiman

 
< Prev   Next >