Arsitek Frank Gehry berkata, “I approach each building as a
sculptural object, a spatial container, a space with light and air, a response
to context and appropriateness of feeling and spirit. To this container, this
sculpture, the user brings his baggage, his program, and interacts with it to
accommodate his needs.”
Gehry dengan
demikian memperlakukan struktur bangunan sebagai sebuah objek seni yang
kemudian diisi aktivitas manusia. Itulah faktor penting yang membuat sebuah
rumah terasa homy, nyaman dan bahkan terlihat mentereng.
Desain yang Fundamental
Sebuah
rumah tinggal di Surabaya mendukung gaya hidup pemiliknya
yang menyukai produk-produk seni sebagai aksen utama pada rumahnya.
Desainer
Interior Enshi Sin yang menangani berbagai perumahan elite di Surabaya mengikuti
selera pemilik rumah ini. Enshi mengungkapkan bahwa, ketika bangunan ini
didesain tahun 2001 dia beranggapan bahwa Surabaya
belum siap untuk menerima bentuk bangunan yang lebih minimalis nan ekspresif. Karena
itu dia memilih gaya
modern geometris. Fasada rumah ini tampak tegas. Desainnya simetris sedangkan gayanya
kontemporer modern. Bidang melengkung berwarna oranye pekat pada area pintu
masuk menerapkan konsep feng shui. Di dalamnya tata letak ruang juga diatur
menurut feng shui terutama posisi pintu masuk, dapur, tangga dan kamar-kamar
tidur.
Rumah ini ditata
dengan efisien dan fleksibel. Bagian depan menjadi ruang penerima tamu dan
tempat kerja sedangkan bagian tengah dibuat terbuka berkat struktur void dengan
skylight yang melintas di tengah ruangan makan dan jendela yang membuka ke
taman dan kolam di luar. Di lain pihak, padang golf di belakang rumah sengaja diposisikan
oleh Enshi sebagai klimaks dari tatanan ruang-ruang tersebut.
Uniknya, di
sudut rumah terdapat sebuah struktur silinder yang membalut tangga lingkar di
dalamnya sedangkan bagian tengahnya menjadi aquarium ikan laut.
Produk yang Prima dan Ekspresif
Enshi mengutarakan bahwa desain tidak akan sempurna jika
tidak ditunjang kualitas desain yang prima, ide yang cemerlang dan elemen
interior yang sempurna.” Untuk itu berbagai mebel dan karya seni di diimpor dan
dipersiapkan selama satu tahun sebelumnya. Selanjutnya rumah diberi warna serba
putih sebagai dasar untuk mebel serta karya seni koleksi sang pemilik. Produk dari Eropa sampai Cina mengisi berbagai
sudut ruangan yang terlihat hidup dalam tatanan warna dan tekstur yang
harmonis. Setiap produk menunjukkan kualitas dan gengsi yang tinggi pada gaya hidup
pemiliknya.
Di sini Enshi berhasil meleburkan alam, cahaya, udara dengan
produk seni, arsitektur kontemporer dan gengsi pada rumah tinggal ini dan
menjadikannya sebuah bangunan yang dinamis dan berjiwa. Saat itulah kita
teringat pada ucapan Frank Gehry di atas.
Lokasi: Kediaman keluarga Kasim Gunawan di Surabaya
Arsitektur dan desain interior: Enshi Sin
Tim desain: Designworks
Tahun dibangun: 2004-2006
Desainer Lanskap: Naturasia
|