Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Arsitektur arrow Spatial Order
Spatial Order PDF Print E-mail
Friday, 22 September 2006
spatial_order-1Bangunan rumah tinggal karya Baskoro Tedjo ini mengandung prinsip spatial order yang dipakai sebagai titik-tolak perancangan. Prinsip ini erat kaitannya dengan memuaskan rasa nostalgia pemilik rumah terhadap rumah lamanya.

spatial_order-2 Rumah Nostalgia
Sebelumnya, pemilik rumah menempati bangunan ini yang dipakai sebagai tempat tinggal dan berdagang. Masa tinggal di sana melekat erat dalam memori pemilik, baik tata letak ruangannya maupun detail-detail visualnya. Sewaktu tiba saatnya membangun rumah baru di lahan baru, memori yang ingin dimunculkan tersebut terbaca oleh Baskoro. Menurutnya, pemilik sudah mempunyai spatial order atau kebiasaan serta kenangan yang berkenaan dengan penataan ruangan. Contohnya, saat masih tinggal di bangunan lama mereka terbiasa dengan penataan bagian depan sebagai tempat berdagang, bagian belakang untuk tempat tinggal dan di antaranya ada sebuah innercourt.

Pengembangan Spatial Orderspatial_order-3
Menurutnya hemat Baskoro, spatial order adalah kata kunci untuk mengembangkan konsep bangunan rumah. “Dari sinilah saya membuat kejutan untuk pemilik rumah.  Di seluruh bagian rumah saya munculkan kembali memori yang pernah dialami dan dilihat pemilik rumah”, papar pria yang masih aktif mengajar di almamaternya, ITB. Penerapanya sendidi dilakukan bertahap. Pertama merencanakan ruangan-ruangan yang tertutup dan tidak terlihat dari jalan dengan cara merendahkan ujung atau bagian depan sehingga tampak landai dan hampir menutupi sebagian fasada. Kemudian dirancanglah sebuah ruangan besar di bagian depan sebagai ruang serbaguna. Pintu masuk utama berlokasi di ruangan besar ini yang juga difungsikan sebagai garasi. Ukurannya selebar dua mobil berjajar. Ketika pintu tersebut terbuka, visualisasi interior terbentang lebar namun dari arah jalan sudah terlindungi dan disamarkan oleh bentuk atapnya. Itulah analogi rumah baru ini terhadap rumah lama yang merupakan tipe bangunan niaga rumah tinggal.

spatial_order-4Disamping pembagian ruangan yang berlapis, spatial order juga tampak pada detail-detail ornamen bergaya art deco. Gaya tersebut mencirikan rumah lama yang dibangun pada masa tahun 40-an, yang kini ditampilkan kembali melalui tonjolan dinding berbentuk kotak-kotak serta “krepyak” pada daun pintu atau jendela.  Melihat aksen-aksen tersebut pemilik tampak antusias dan merasa tidak asing di rumah barunya karena mereka seolah-olah menemukan “dunia”-nya yang dulu.

Versi Perluasan
Dunia masa lalu dipakai kembali. Karakteritik hunian terdahulu diterapkan kembali. Masa kini diwakili obyek-obyek penanda, misalnya sebuah gentong berisi air yang ditempatkan di innercourt menandai sumur yang dulu ada dan bersifat pembangkit energi ruang. Antara ruangan satu dengan lainnya dikendalikan dengan bukaan udara supaya tidak lembap sedangkan sementara seluruh pelapis dinding dibuka sehingga aliran udara tidak ada yang mengendap di dalamnya.  Udara segar dan cahaya matahari menerobos ruangan sehingga rumah baru merupakan versi rumah lama yang diperluas dan lebih baik dari kondisi rumah sebelumnya.

spatial_order-5
spatial_order-6 spatial_order-7

Kompleksitas di ruang dalam yang diolah dengan skala, warna, cahaya dan bayangan menjadi kejutan dalam kemasan simpel. Bangunan ini benar-benar membawa ketenangan dan kedamaian bagi penghuninya, baik fisik maupun rohani.

Yuli Andyono
Lokasi  : Rumah tinggal di Batununggal – Bandung
Arsitek : Baskoro Tedjo
Foto     : Sjahrial Iqbal

Cuplikan:
Spatial order yaitu kebiasaan atau kenangan yang menyangkut penataan ruang.

 

 

 
< Prev   Next >