Pemandangan hamparan pegunungan Parahyangan memberi efek
emosional yang luar biasa, seakan-akan membawa kita lebih dekat
kepada-Nya. Hunian di sana memiliki
keunggulan visual yang tak tertandingi sehingga sangat diminati masyarakat.
Vila di lembah
hutan lindung Bandung Utara ini memperlihatkan indahnya simbiosis antara alam,
arsitektur serta manusia. Berlokasi di lahan berkontur, rumah berukuran 400 m2
yang dikelilingi taman seluas 2000 m2 ini memperlihatkan panorama alam yang
menakjubkan karena dirancang dengan memanfaatkan panorama alam tersebut. Itulah yang didambakan oleh pemiliknya, Handi
Candrawigunadi, yang menyukai desain rumah yang simpel dan minimalis seperti
rumah-rumah lain karya arsitek Suwito Hadi. Handi mengatakan bahwa karakter
desain Suwito berunsur minimalis disertai penggunaan bahan alami yang
ekspresif.
Rumah tersebut memanjang ke belakang
karena dinilai lebih menguntungkan dilihat dari sudut pandang hong shui. Pintu
masuknya ditempatkan di bagian belakang karena jalan utama di depan rumah lebih
tinggi. Dengan demikian rumahnya berorientasi ke arah pegunungan dan lembah
hutan lindung.
Dari belakang jalan utama, rumah
terlihat lebih megah berkat posisinya yang lebih tinggi dan dikelilingi alam penghijauan.
Sang arsitek membuat rumah berpostur tinggi dengan posisi lantai utama di atas
lantai carport, garasi dan servis supaya berkesan eksklusif. Tangga yang menuju
ke teras depan dibuat dengan struktur kantilever agar terlihat melayang di
antara hutan dan langit.
Organisasi
ruangan dibuat simpel tetapi efisien. Ruangan utama terdiri dari area keluarga
dan meja makan yang digabung menjadi satu bagian, yang terbagi dua di sudut
ruangannya, satu menuju ke kamar tidur dan yang lainnya ke dapur. Batu paras
Bali pada interior rumah ini memberi kesan kontemporer tropis. Garis-garis
alami batuan tersebut memberi efek “dramatis”. Lantainya menggunakan batu
granit Nero Absoluto, dindingnya ditempeli batu alam sedangkan kusennya
menggunakan kayu merbau. Pintu utamanya,
terbuat dari kayu jati dengan tekstur yang khas.
Di bagian
belakang terdapat sebuah teras yang melebar ke taman berkontur di bagian
samping. Handi mengolah dan menghiasi seluruh areal taman ini dengan berbagai
furnitur outdoor seperti bangku kayu gelondongan, gazebo kayu untuk relaksasi
dan berbagai tanaman tropis yang menampilkan suasana alami yang indah. Ketinggian
permukaan taman ini dibuat sejajar dengan rumahnya sehingga selain mempermudah
akses, pemandangan dari area ini menjadi fokus yang menakjubkan karena rumahnya
berubah menjadi obyek yang mengimbangi alam sekitarnya.
Rumah berunsur
alami dan unsur tropis ini merupakan contoh solusi yang inspiratif. Kini Handi memiliki segalanya, langit, alam,
arsitektur serta dimensi spiritual yang saling bersimbolis dengan harmonis.
Penulis: Yosi
Wyoso
Fotografer:
Sjahrial Iqbal
Lokasi: Kediaman
keluarga Handi Candrawigunadi di Bandung Utara
Arsitek: Ir.
Suwito Hadi
|