| Seni Kamuflase |
|
|
|
| Tuesday, 01 August 2006 | |
|
Trik pada bangunan memiliki banyak cara meskipun kiatnya
bisa saja sama. Hasil akhirnya pasti berbeda, bahkan sangat personal karena
para arsitek melakukannya demi mempertahankan fungsi bangunan.
Trik seperti itu bertujuan menyembunyikan “kekurangan” dan memolesnya sehingga tampil “layak”. Kata lain yang senada dengan itu adalah “kamuflase”, sebagaimana terlihat di rumah tinggal Jazz Pasay yang dirancang dan dibangun arsitek Rully H. Prasetyo. Rumah Untuk Seni dan Galeri yang Terbuka Menurut Rully, Jazz Pasay adalah pribadi yang menyenangkan dan mengetahui betul cara menikmati hidup. Sebagai seorang perancang kostum-kostum selebriti, termasuk kostum para pemain EXTRAVAGANZA, Jazz dituntut selalu kreatif dan inovatif. Karena itu Jazz mencoba menciptakan rumah tinggalnya sebagai tempat yang nyaman, hangat dan memberinya ruang untuk bereksplorasi meningkatkan cita rasa seni. Rully melihat upaya tersebut sebagai peluang dan tantangan untuk mewujudkannya dalam desain.
Kesenangan Jazz pada dunia seni tidak terbatas pada
merancang busana melainkan juga tertuang dalam
karya lukis yang sarat makna.
Melukis menjadi bagian dari kegiatannya sehari-hari sehingga salah satu
fasilitas yang harus disediakan oleh Rully adalah studio yang lapang, banyak
memperoleh cahaya matahari, terbuka dan dengan aliran udara yang maksimal. Begitu pula untuk ruangan-ruangan pribadi
seperti kamar tidur. Semuanya harus
memenuhi syarat yang sama tetapi dengan suasana yang lebih personal. Di samping itu jaringan kerja yang luas dan
teman yang beragam menuntutnya untuk siap melayani mereka ketika bertandang ke
rumah. Dengan demikian semua ruangan yang tersedia harus memungkinkan interaksi
yang, akrab dan santai. Split Level Melihat beragamnya kebutuhan pemilik rumah, arsitek lulusan Universitas Parahyangan ini bertindak cerdik dan cermat dalam pengolahan lahan seluas kurang lebih 250 m2 yang terletak di sudut. Kelebihan tapak di lokasi seperti itu adalah mendapatkan bonus lahan serta memiliki dua sisi yang menguntungkan jika fasadanya dirancang dengan tepat. Tahap pertama yang sudah ada dalam catatan ringkas Rully adalah menyusun ruangan dengan sistem split level sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan ruangan yang cukup banyak. Di lain pihak, kavling-kavling di sekitarnya cukup padat sehingga tidak bisa diabaikan dalam proses perancangan. Kerumitan ini secara cerdik dipecahkan dengan pembagian ruangan secara vertikal. Sebagai langkah pertama, ketinggian lantai dinaikkan sekitar 80 cm dari muka tanah sehingga bangunan lebih tinggi dari bahu jalan. Pagarnya pun dibuat tinggi, hampir 2m, untuk privasi penghuni. Berikutnya, area umum, semi umum, semi privat dan privat saling dipisahkan kemudian dihubungkan. Beberapa ruangan duduk ditempatkan di area terbuka, lainnya di area tertutup. Walaupun begitu semuanya memiliki akses yang mudah dan wajar, bahkan ruangan duduk terbuka seolah-olah merupakan bagian dari teras karena pembatasnya terbuat dari pintu lipat dan disatukan dengan dapur bersih meskipun tetap memiliki batasnya masing-masing. Tangga menjadi media pemisah. Pemisahan ruangan yang efektif di sini sementara penyatuan ruang diperoleh melalui penyeragaman finishing, mulai dari area umum sampai privat, dengan pemakaian semen dry mixed yang ditutupi pengeras lantai agar lebih kuat dan tahan lama. Dindingnya ditutupi lapisan kamprotan semen yang disemprot sehingga menghasilkan tekstur kasar. Dari situ dihasilkan warna abu-abu beraura industrial. Bahan-bahan yang digunakan pun kebanyakan bersifat praktis dan tahan lama, seperti baja, spandex, besi dan aluminium. Kusen-kusennya menggunakan kayu damar laut dicat hitam supaya kontras terhadap warna-warna lainnya. Secara keseluruhan bangunan ini terasa sederhana dan wajar, padahal ruangan-ruangan yang tercipta amat kompleks. Oleh sebab itu bangunan ini seakan-akan terdiri dari dua lantai padahal jumlah sebenarnya adalah 4,5 lantai, termasuk studio di lantai paling atas. Rully berhasil menciptakan bangunan ini lebih dari yang diinginkan pemiliknya, diselesaikan dengan baik dan wajar serta tidak berlebihan, baik dalam program ruangan maupun anggarannya.
Yuli Andyono
Cuplikan:
Indeks: |
| < Prev | Next > |
|---|


















