Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Arsitektur arrow Menuju Arsitektur yang Kontemporer
Menuju Arsitektur yang Kontemporer PDF Print E-mail
Friday, 10 November 2006
a1Arsitektur dapat bermakna berbeda-beda, bergantung pada pendekatan perancangan yang dilakukan arsitek dalam merancang sebuah bangunan. Berbagai konteks arsitektur memang harus mengacu kepada aspek keindahan.

Aspek keindahan dalam konteks arsitektur ini biasanya diupayakan sejalan dengan fungsi ruang. Salah satu contohnya dapat dilihat pada proyek renovasi Baskoro Tedjo yang karyanya berkaitan dengan sebuah fungsi hiburan. Lokasi bangunan yang berada di atas bukit Dago ini mempengaruhi bentuk bangunan yang harus dipertimbangkan secara arif oleh Baskoro selaku arsitek sekaligus pemilik bangunan.

a2 Bangunan kafe dan restoran ini sebenarnya telah ada sejak tahun ‘90an dan merupakan tempat favorit bagi anak-anak muda di kota Bandung. Sejak setahun yang lalu bangunan ini telah mengalami proses perubahan bentuk dan ada juga penambahan fungsi. Proses perjalanan desainnya tidak terlepas dari citra sebagai sebuah kafe dan resto favorit. Disamping itu Baskoro juga memanfaatkan panorama kota Bandung dapat dinikmati dari tapak bangunan dengan memanfaatkan dinding transparan dan bukaan.

a5 Bentuk bangunan kafé memang sebagian masih mempertahankan bangunan lama yang bergaya art deco. Kini, bangunan tersebut difungsikan sebagai area servis, yang menjadi pelengkap bangunan baru yang ada disampingnya. Bangunan yang baru ini dirancang ulang sehingga alur ruang-ruangnya menjadi sangat atraktif dan dinamis. Perancangan ruangannya memanfaatkan ketinggian tapak. Karena itu, dibuatlah skala bangunan yang berongga di dalamnya menjadi bentuk lantai yang melingkar-lingkar dengan bagian poros yang menyerupai spiral.

a3 Pada bangunan ini terdapat tiga lantai yang berfungsi sebagai tempat makan yaitu lantai atas, lantai dasar dan basemen.. Beberapa lantai mezanin dan lantai split dimanfaatkan untuk area lounge dan area live music. Sementara jalur lalu lintasnya yang agak lapang dimanfaatkan untuk arena dansa. Bahkan area sirkulasi vertikal berupa tangga melingkar diberikan pencahayaan yang “dramatis”. Dengan demikian area tangga dapat juga difungsikan sebagai arena untuk peragaan busana. Disamping itu bentuk-bentuk dinding dan dekorasi mengingatkan kita pada ciri khas desain Piet Mondiran yang terkenal abstrak dan penuh dengan bentuk kotak.

a4 Ciri desain Baskoro yang dikenal “tenang” dan sangat konseptual, kali ini tampak berbeda. Karyanya diupayakan disesuaikan dengan sebuah fungsi hiburan yang mengedepankan citra meriah, bersemangat dan dinamis. Dalam hal ini Baskoro dan tim perancang patut mendapat pujian karena telah berhasil menampilkan suasana ceria melalui permainan warna, bentuk, pencahayaan, dan aspek-aspek dekoratif. Dengan kata lain, karya ini dapat dikatakan sebagai arsitektur kontemporer yang responsif terhadap iklim lingkungan dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang bersifat universal. Proyek ini memang seperti proyek pelestarian bangunan yang berupaya mengatasi permasalahan melalui tindakan positif dan konstruktif seperti restorasi bangunan kuno milik masyarakat, perbaikan jalan dan pemilihan taman. Proyek bangunan karya Baskoro dapat digambarkan seperti itu. Proyeknya tetap berlandaskan prinsip ekonomi tetapi tetap pula mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti aspek lingkungan dan aspek hunian modern.

Yuli Andyono

 
< Prev   Next >