Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Arsitektur arrow Komposisi Seni Modern
Komposisi Seni Modern PDF Print E-mail
Friday, 07 July 2006
depan“Rumah ini saya analogkan dengan sebuah lukisan abstrak. Perjalanan menujunya berliku-liku dan banyak potongan. Diperlukan kelihaian untuk menggabungkan potongan-potongan tersebut agar mendapatkan hasil akhir yang indah..”, ujar Irianto Purnomo Hadi, arsitek.

detailRumah tinggal keluarga Rico dan Meta ini memang berwujud seperti sebuah bangunan seni modern padahal rumah ini adalah proyek renovasi Irianto Purnomo Hadi yang cukup rumit. Bangunan aslinya adalah rumah-rumah modern tahun 80-an yang banyak diisi ruangan berpola diagonal.  Akibat pola ruang yang diagonal itu banyak ruangan yang gelap dan tidak mendapatkan aliran udara yang maksimal. Selain itu banyak ruangan sisa yang tidak berfungsi sedangkan yang benar-benar digunakan juga tidak mendapatkan ruang gerak yang cukup. Itulah sebabnya ide untuk membongkar pola tersebut merupakan solusi jitu dalam rangka mengembalikan energi ruang yang hilang. 

detail-1Memberi “rasa baru” pada rumah ini memerlukan imajinasi yang tinggi supaya suasananya benar-benar berbeda total dari sebelumnya. Irianto memulainya dengan membongkar habis dinding-dinding ruang yang dianggapnya tidak efektif dan menghalangi cahaya matahari. Bagian-bagian konstruksi yang rasanya tidak patut berada di tempatnya juga dibuang atau dipindahkan, misalnya konstruksi tangga. Sebelumnya tangga berada di samping dinding kaca yang menghadap kolam renang, sekarang dipindah merapat ke dinding. Setelah itu dinding kaca diubah bagian bawahnya untuk bukaan-bukaan lebar dengan pivot sedangkan bagian atasnya tetap dinding transparan untuk menampung aliran udara serta cahaya matahari. Untuk itu bahannya diganti kasa nyamuk, kaca buram dan kaca pasir dalam komposisi menyerupai lukisan Piet Mondrian. 

detail-2Rekaman sebuah seni modern tidak cukup terwakili dengan komposisi Mondrian saja. Pencapaiannya harus juga diiringi perubahan yang terasakan oleh pemilik rumah.  Karena itu Irianto mengubah pola hubungan ruangan menjadi lebih lapang dengan menciptakan rongga-rongga untuk membuka aliran udara supaya tidak pengap dan gelap. Maka terjadilah relasi yang harmonis antara ruangan makan dan ruangan duduk keluarga. Di sini rongga tercipta dari gubahan dinding kaca yang sekarang menjadi bukaan lebar sehingga terasa semakin luas dan lapang karena luas lantainya bertambah dan ujungnya menjadi lebih dekat ke kolam renang. Dari sini muncul perasaan menyatu dengan ruang luar. 

Lain lagi ceritanya di bukaan lebar ruangan makan. Bingkai bukaan dirancang agar pada waktu duduk di kursi makan perspektif mata terasa pas untuk memandangi air di kolam dan tumbuh-tumbuhan di dinding belakang rumah. Tidak ada lagi batas antara ruang luar dan dalam sehingga hubungan antara manusia dan sebuah penciptaan menjadi intensif. 

tampak_belakangSelain ruangan yang lapang, Irianto dan tim perancang membuat sejumlah susunan abstrak di rumah ini baik sebagai pengikat satu ruangan maupun beberapa. Contohnya, lapisan dinding eksterior di jalur pintu masuk utama sesungguhnya adalah dinding penghalang pandangan dari luar. Dinding tersebut sekarang menjadi bagian dari komposisi seni yang indah dan menarik. Begitu pula dinding lengkung-lengkung berwarna oranye yang menghalangi pandangan tempat jemuran di atas garasi.

Menghadirkan seni modern yang abstrak dapat memperbarui suasana atau justru tambah membingungkan. Di rumah ini hasilnya adalah perubahan suasana yang lebih positif dan nyaman karena suasana yang seperti itulah yang didambakan ketika seseorang memutuskan untuk tinggal di dalam sebuah bangunan.

 

Yuli Andyono

 
< Prev   Next >