Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Arsitektur arrow Keindahan Detail pada Arsitektur
Keindahan Detail pada Arsitektur PDF Print E-mail
Tuesday, 30 January 2007
_mg_9536“God is in the detail”, demikian ungkapan arsitek Jerman, Ludwig Mies Van der Rohe (1886-1969) yang mengangkat isu on restraint in design, pada koran New York Herald Tribune, 28 Juni 1959. Ungkapan tersebut sangat tepat untuk mendeskripsikan konsep rumah di Bandung Selatan ini.  Artinya, apapun yang Anda kerjakan, detail adalah yang terpenting. Berarti, proyek sebesar apapun akan bergantung pada kesuksesan komponen yang paling kecil.

_mg_9593Desain rumah yang diliput ini mencerminkan kiat sang arsitek mewujudkan kesempurnaan dalam desain melalui detail elemen arsitekturnya secara lugas dan terukur. Arsitek Alexander I. Santoso yang dikenal inovatif itu kini tampil dengan detail desain arsitektur yang khas pada rumah seluas 500 m2 ini.

Detail dalam rumah ini tidak hanya menyangkut finishing tetapi juga proses untuk menghasilkan kesempurnaan bentuk, interkoneksi serta nuansa yang akan diangkat. Melalui proses ini muncul solusi dengan sentuhan yang khas  untuk mengolah wujud arsitektur secara komplet serta interior yang lebih akrab.

_mg_9594 Secara kasat mata  rumah yang berlokasi di sudut jalan perumahan elit di Bandung Selatan ini mempunyai tampak depan dengan bidang tembok yang maju mundur mengikuti kontur ruang di dalamnya. Sasarannya adalah sebuah hunian ekspresif melalui perpaduan berbagai jenis material. Permainan material menjadi kiat sang arsitek untuk mengangkat konsep kontemporer modern pada tembok depan yang terlihat menyerupai “kue lapis”, melalui perpaduan batu andesit dengan lapisan kaca yang diselipkan di antara tarikan garis-garis nat. Efek yang dihasilkan memberikan tampilan yang berbeda untuk sebuah rumah tinggal.

_mg_9609 Jika eksteriorya terlihat ekspresif, interiornya justru elegan mewujudkan konsep hunian yang homey, simpel, akrab serta berkelas. Pemiliknya menginginkan interiornya yang lapang serta terbuka dan Alex memenuhinya dengan sebuah void di ruangan keluarga. Awalnya void tersebut dibentuk dengan kolom seperti vila Mediteranian yang eksklusif. Namun, rencana tersebut ditinggalkan lalu diganti desain yang lebih simpel. Hasilnya ruangan terasa lebih lebar berkat struktur kolom yang melebar serta atap yang melayang di bagian tengah, diapit skylight pada sisi kanan dan kirinya. Untuk mengurangi teriknya matahari skylight tersebut diberi kisi-kisi dengan kemiringan yang tepat sehingga ruangan di bawahnya terasa lebih nyaman.

9616-9622-9626 Ruang keluarga ini mempunyai pandangan langsung ke berbagai ruangan lainnya seperti ruangan makan dan pantry yang berada di lantai dasar serta ruangan karaoke, tempat main anak, kamar tidur utama dan koridor ke kamar tidur lainnya yang berada di lantai atas. Ruangan tengah yang “membuka” tersebut adalah permintaan sang pemilik yang ingin memantau anak-anak jika berada di rumah. Walaupun begitu bukaan-bukaan tersebut secara arsitektural mempermudah cahaya memasuki ruangan-ruangan serta memberi efek dimensi ruang yang lebih luas selain melapangkan visualisasi antar lantai.

Foyer juga didesain menjadi void yang lebih kecil sedangkan koridor membaginya menjadi dua sisi ruangan, yaitu ruangan makan dan ruangan keluarga. Di sini sebuah partisi kaca membagi lagi pandangan ke arah tangga yang menurut hong shui harus ditempatkan berhadapan dengan pintu masuk. Tangga di balik partisi kaca dan aluminium ini dibalut parket kayu dan diberi sentuhan spesial berupa step-closing terbuat dari kayu sungkai. Alhasil detail seperti ini sanggup memperindah suasana di area tangga tersebut. Selain itu lantai dasar dilapisi marmer berukuran 120 x 120 cm yang memberi tampilan eksklusif. Kusennya menggunakan kayu jati sehingga serasi dengan daun pintu yang terbuat dari bahan yang sama.

Alex berkata, “Detail arsitektural rumah ini paling rumit dibandingkan dengan rumah-rumah yang pernah saya kerjakan sebelumnya”. Hasilnya terlihat bahwa  desain dan finishing-nya menjadi mewah yang berbeda dari rumah lainnya.

Yosi Wyoso

Fotografer: Sjahrial Iqbal
Lokasi: Bandung Selatan
Arsitek (Principal): Alexander I. Santoso
Kontraktor: Yohanes Kurnialim

 
< Prev   Next >