Pada intinya, pergerakan metode berkonsep arsitektur
memiliki kecenderungan kembali ke dasar. Ketika modus eksperimental sudah kerap
dilakoni arsitek, bukan tidak mungkin pendekatannya akan kembali ke dasar dan
lebih sederhana.
Sejauh-jauhnya proses kreatif sang arsitek dalam perjalanan
karyanya, pasti ada titik balik yang membuatnya kemudian lebih menghargai nilai-nilai dasar. Sebab,
proses eksperimen memerlukan uji coba, cek dan keseimbangan, mulai dari bahan,
teknologi serta falsafah ruang dan bangunan. Jika tidak, eksperimen tinggallah
cerita karena dapat menghilangkan aspek fungsional.
Pada proyek rumah tinggal karya arsitek Evan Davin Lee di
kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara ini, tecermin kepeduliannya terhadap sejarah
sosial dan kondisi asli geografis lahan. Letak lahan yang diapit oleh laut dan
perairan kanal, menggerakkan Evan kepada konsep arsitektur yang “rigid” dan
adaptif terhadap angin, panas, dan kelembapan udara. Sebagai benteng terhadap
ruang-ruang dalam, bagian kulit bangunan dibuat tebal, berlapis-lapis serta
memaksimalkan ruang-ruang berongga. Sistem tarik ulur terhadap ketebalan
dinding dan unsur transparan ini justru untuk menyikapi kondisi geografis
lahan.
Bagian yang transparan dan terbuka, dikondisikan untuk ventilasi
silang yang berguna untuk aliran udara angin laut. Angin laut bergerak dari
bagian depan bangunan yang menghadap ke laut
menuju ke belakang bangunan yang menghadap ke perairan kanal. Pada
saat-saat tertentu, angin laut berhembus cukup kencang yang membutuhkan dinding
penahan yang solid diantara bukaan-bukaan dan dinding transparan. Oleh Evan
dirancanglah permainan dinding fasada yang cukup beragam dan menyiratkan
pembagian ruang-ruang dalamnya. Sebelum merencanakan pengaturan ruangan dalam,
bangunan dinaikkan dua meter untuk mendapatkan lantai dasar. Titik nol lantai,
difungsikan untuk garasi dan ruang-ruang servis. Dari pintu masuk menuju garasi
terus terhubung ke bagian belakang bangunan yang menghadap kanal.
Pada bagian belakang bangunan, pemilik menginginkan area
yang terbuka ini difungsikan sebagai dek untuk tempat duduk-duduk santai yang
cukup luas. Dek ini memiliki ketinggian sekitar 90cm – 1m di atas permukaan air
kanal. Dek ini juga berguna sebagai
tempat menepi kapal motor pribadi yang dimiliki oleh sebagian besar penghuni
kawasan ini. Sebagai tempat bersantai pribadi yang menerapkan desain yang ramah,
Evan tidak lupa melengkapinya dengan air terjun yang mengalir pada dinding
pembatas. Ketika malam tiba, dinding air terjun ini tampak indah diterangi
cahaya temaram dari pencahayaan tidak langsung pada bagian atas dinding dan
lampu sorot yang ditanam di bagian bawah.
Bagian depan bangunan didominasi dengan area transparan.
Fungsinya untuk memaksimalkan bingkai pemandangan laut sebagai vista ruangan dalam. Daerah ini dilengkapi dengan titik-titik
lampu dan sistem pencahayaan utama yang mampu memberi “jiwa” pada keseluruhan
bangunan.
Arsitektur Sebagai Fase Kehidupan dan Transisi
Penerapannya bergantung pada beragam aktivitas penghuni pada
setiap episode kehidupannya. Implementasinya berupa ruangan-ruangan yang
lebar-lebar, menerus, dan menembus. Beberapa ruangan terlihat terlalu luas dan
ada juga yang terlalu kecil bila dibandingkan dengan ruangan-ruangan lainnya.
Namun lebih daripada itu, nilai fungsilah yang lebih berperan sehingga ruangan
tamu, ruangan makan, dapur, ruangan duduk dan selasar di dalam bangunan
memiliki dimensi ruang yang cukup besar dibandingkan dengan ruangan tamu
misalnya. Ruangan tamu dirancang dengan ukuran sedang karena memang
kebutuhannya tidak terlalu mendesak. Sebaliknya, ruangan penerima (foyer) di rumah tinggal ini ternyata cukup besar, mengikuti
ruang-ruang lainnya.Dengan demikian fungsi utama ruangan penerima sebagai
ruangan transisi, mengambil peran yang cukup penting sebagai bagian dari
program ruang yang ideal.
Ruangan duduk untuk menonton televisi, ditempatkan di
samping tangga bangunan. Letak ruangan ini sebenarnya berada di posisi koridor
bangunan menuju bukaan samping, sehingga tampak semi publik meskipun tertutup
akses publik ke bukaan samping. Pada intinya, sistem karya Evan untuk proyek
rumah tinggal ini layak dijadikan acuan yang ideal. Konsepnya memungkinkan aktivitas
yang lugas, leluasa dan terbuka terhadap perubahan pola penataan interior
ruangan yang diterapkan dalam perancangan ruangan dan furnitur-furniturnya.
Yuli Andyono
Foto : Sjahrial Iqbal
Lokasi : Kediaman di Pantai Mutiara, Jakarta Utara
Arsitek, interior & kontraktor : Tim Davin Lee
Architecture Consultant & Contractor
|