|
Setiap rumah memiliki nilai-nilai fungsional berdasarkan
kebutuhan dan aktivitas penghuni. Fungsi tersebut mulai dari fungsi privat yang
cenderung memprioritaskan kenyamanan, sampai fungsi servis yang memprioritaskan
sistem kinerja dan kelancaran sirkulasi. Semuanya merupakan sebuah kesatuan
desain yang terpadu.
Pada sebuah rumah tinggal yang dibangun di atas lahan seluas
lebih kurang 500m ini, setiap fungsi dan kebutuhan tersebut ditampung dan diwujudkan
melalui pengolahan massa dan pembuatan ruangan yang ekspresif, tanpa
mengabaikan estetika setiap detail bagian. Arsitek Sardjono Sani yang mendesain
bangunan rumah tinggal ini mengupayakan setiap ruangan dan area didalam rumah
tidak hanya sebagai sebuah wadah fungsional, melainkan juga sebagai sebuah
karya seni yang sarat dengan kreativitas yang tinggi.
Konsep Massa
Desain detail yang rumit diawali dengan fasada bangunan yang
tampil dinamis berupa fragmen-fragmen bidang dan massa yang dikomposisikan
secara modern. Area foyer dipertegas dengan kanopi kayu menjadi focal point,
dan dilatarbelakangi sebidang dinding tinggi dan mendominasi fasada yang tidak
terlalu lebar.
Permainan proporsi dan komposisi tinggi-rendah dan
masif-void massa melalui dimensi, material dan tekstur pada fasada tersebut tidak
hanya pada selapis kulit bangunan, tetapi juga merupakan perwujudan zoning
fungsional di dalamnya. Hal ini menjadi konsep awal desain bangunan yaitu berupa
pemisahan fungsi bangunan utama area hunian dan fungsi area servis. Selain itu pengolahan
khusus pada seluruh detail dan celah dalam bangunan juga merupakan bagian dari
konsep desain untuk jadikan sebagai aspek yang dapat ditonjolkan.
Massa bangunan keseluruhan berbentuk “U” dengan sebuah taman
di bagian tengahnya. Bentuk ini berasal dari desain denah yang dinamis, terutama
dengan adanya bentuk lengkung yang cukup ekstrem menghadap ke area taman. Bentuk
lengkung berupa sejalur dinding kaca ini tidak sekadar membentuk alur dan ruang
yang plastis dan menarik, tetapi juga membingkai pemandangan (view) ke arah
taman, dan menjadi pengikat massa sekaligus merupakan landscaping yang cantik dan efektif.
Pengolahan Detail dan Ruang
Rumah tinggal ini terdiri dari dua lantai. Lantai 1 adalah untuk
tempat aktivitas sehari-hari yang cenderung bersifat publik, terdiri dari ruang
tamu sekaligus ruang keluarga, dan ruang makan yang berhadapan dengan ruang dapur
bersih. Seluruhnya tampil menyatu tanpa sekat, dan dengan banyaknya bukaan
berupa dinding dan pintu-pintu kaca yang menghadap ke area taman, terciptalah
kesan keterbukaan, kaya cahaya,
dan dekat dengan hijaunya ruang luar. Deretan kolom struktur
berbentuk bulat dan dinding kaca lengkung menyempurnakan alur dan sekaligus menjadi
bagian dalam konsep estetika ruang.
Ruang-ruang servis terletak pada satu zona yang sama, yaitu
pada massa bangunan sebelah kiri. Selain dengan pintu belakang biasa, massa
bangunan servis dan massa bangunan utama juga dihubungkan dengan jembatan mini
bermaterial kayu. Desain ini bersama-sama dengan deretan kolom berlapis batu
paras dan bebatuan sebagai alas lantai, membuat celah yang terbentuk antara
massa bangunan servis dan bangunan utama yang tampil unik dan menarik.
Lantai 2 berfungsi untuk tempat aktivitas yang sifatnya
lebih privat, yaitu kamar tidur dan ruang kerja semiterbuka yang dihubungkan
dengan selasar yang keseluruhannya secara umum didesain modern dengan dominasi
serta-serat kayu. Selain dari dinding kaca, cahaya alami di lantai 2 juga diperoleh
dari banyaknya garis-garis skylight di dinding dan langit-langit ruangan,
sehingga selain diperoleh penerangan yang baik juga dihasilkan efek bayangan
yang cantik di sore hari. Hal ini juga diterapkan pada area tangga yang
memiliki ketinggian ruang yang cukup ekstrem, berupa garis skylight panjang
yang menerus dari dinding hingga langit-langitnya, sehingga menghasilkan kesan “mengiris”
yang unik.
Selain itu, pada massa bangunan bagian belakang yang
menggunakan sistem split level terdapat ruangan home theater, dan di atasnya
terdapat ruang perpustakaan yang memiliki akses terpisah dari ruang-ruang
lainnya, yaitu dengan tangga outdoor dari arah taman. Taman pada rumah tinggal
ini terutama berfungsi sebagai sumber ventilasi silang (cross ventilation) sedangkan
seluruh ruangan dalam, berorientasi ke taman ini. Sebuah lampu taman merupakan focal
point taman sekaligus sebagai sumber penerangan. Pohon kamboja di taman
berfungsi sebagai vegetasi peneduh sekaligus menambah keindahan.
Setiap aspek desain rumah tinggal ini diolah secara khusus
dan mendetail, sehingga di samping fungsional sebagai sebuah area hunian, juga diperoleh
tampilan yang elegan, dan estetis.
Lokasi : Kediaman Reza & Lisa Mohdar – Cipete, Jakarta
Selatan
Arsitek: Ir. Sardjono Sani, M.Arch. & Fransiska Prihadi
Desainer Interior: Irfansyah
Kontraktor: Felix Purnawan
|