Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
home arrow Article arrow Arsitektur arrow Ekspresi Seorang Arsitek
Ekspresi Seorang Arsitek PDF Print E-mail
Wednesday, 04 July 2007

_mg_5341 Selalu ada rasa penasaran ketika seorang arsitek merancang dan membangun rumahnya sendiri. Rasa penasaran ini wajar saja karena harapan masyarakat terhadap karya arsitek terlanjur tinggi dan mengharapkan bahwa hasilnya pasti bagus, unik dan nyaman.

Salah satu kejujuran dalam berekspresi adalah kosistensi. Ungkapan inilah yang tertuang dalam karya Wiling Ardian, arsitek muda yang berkesempatan mewujudkan impiannya untuk membangun rumah miliknya ini. Hal ini tidak berlebihan karena tidak mudah meramu berbagai kepentingan yang beragam yaitu antara selera, estetika, biaya dan harapan masyarakat. “Buat kami berdua, perwujudan rumah ini lebih dari sekadar sebuah pencapaian dari proses kehidupan kami. Namun, seperti umumnya rumah seorang arsitek juga dituntut karya ini seolah-olah menjadi show room  “papar Wiling. Kami sangat terkesan ketika kami menemukan bangunan seluas 300 m2, yang dibangunan di atas tanah seluas 240 m2 ini.

_mg_5294Bangunan yang menjulang dan memakai atap dengan bentuk setengah pelana yang dimodifikasi terlihat berbeda dengan rumah di sekitarnya. Sepintas terlihat bahwa bangunan ini seolah olah terbagi dua yang ditandai dengan garis dinding yang tegas dan menerus dari atap hingga ke lantai satu. Pemakaian elemen batu alam dan iron stripe, dengan cara menyusunya secara horisontal merupakan keputusan cerdas agar kesan vertikal dari hunian ini dapat dikurangi. Tidak tampak bukaan dibagian ini, kecuali di area bawah dan di lantai atas berupa kaca mati dibawah. Kondisi ini semakin menggelitik tim Griya Asri menyidik lebih dalam lag apa yang ada dibalik “wajah” bangunan ini.

Melalui pintu masuk, yang sengaja dibuat menyeberang lahan bangunan ini, kami menemukan sebuah ruang keluarga yang cukup luas. Ruang ini bergaya minimalis, menerapkan langit-langit gantung (drop ceiling) dengan pencahayaan tidak langsung yang memberikan variasi sensasi berbeda. Ruangan ini dapat juga disebut sebagai ruang pembagi karena di ruang ini terdapat tangga menuju ke lantai dua. Menerus ke arah dalam, dibatasi partisi yang tembus pandang terdapat ruang makan yang terasa sangat lega. Hal ini dimungkinkan karena ruang makan berbatasan dengan pintu dan jendela kaca yang besar ke arah taman belakang sehingga kesan yang timbul sangat luas.

_mg_5312 Ditambah lagi adanya void tepat di atas area makan dengan ketinggian langit-langit sampai 6m, menambah sensasi yang merupakan klimaks dari hunian ini. Area ini cenderung bergaya retro, tren yang saat ini digandrungi pasangan muda. Ternyata ”kejutan” yang kami rasakan belum berakhir. Ketika kami melangkah ke lantai dua, terasa suasana berubah menjadi lebih bersifat pribadi. Dilantai ini memang terdapat deretan kamar kamar tidur yaitu sebuah ruang tidur utama dan dua kamar tidur anak. Hubungan antarruang dilantai ini diikat oleh void yang tembus dari ruang makan di bawahnya. Dari void ini, kita dapat dengan leluasa menikmati halaman belakang melalui bukaan besar di area ruangan makan.

_mg_5326 Saat berkesempatan untuk melongok ke kamar tidur utama pasangan ini, kami mendapatkan ”kehangatan” dan sensasi yang optimal. Lantai ruang tidur ini mempergunakan lantai parket yang terasa alami dan ”hangat”. Rahasia penampilan muka bangunan ini terbuka ketika dengan jelas kami mengamati tiap sudut kamar ini. Kamar tidur utama ini dibuat dengan sistem loft yaitu dengan membuat mezanin dan void. Akibatnya kamar ini terasa sangat luas. Lantai mezanin dijadikan sebagai ruangan kerja dengan jendela kaca mati yang terlihat dari muka bangunan, suatu solusi cerdas memanfaatkan ruang di bawah atap. Di kamar tidur utama terdapat bukaan yang menghadap ke muka. Karena bangunan ini menghadap timur - barat maka cahaya matahari terasa kuat mengenai area terbuka ini. Untuk meredam ahaya matahari ini dipasang iron stripe tepat didaerah bukaan ini, sekaligus sebagai efek tampilan bangunan.

Terasa sekali, bahwa setiap jengkal rumah ini direncanakan dengan matang dan sangat detail. Urutan herarki dari fungsi antarruangnya dipikirkan dengan matang. Bukaan di hunian ini menjamin sirkulasi udara yang lancar dan pencahayaan alami yang maksimal. Harapan masyarakat  terhadap ekspresi rumah yang unik dan nyaman karya seorang arsitek terjawab sudah.   

 

Lokasi : Kediaman keluarga Willing Ardian di Meruya, Jakarta Barat
Konsultan arsitektur dan interior : Willing Ardian dari Portfolio
Fotografer : Ahkamul Hakim
Pengarah gaya : Imelda Anwar

 
< Prev   Next >