|
Hunian tropis bergaya semi minimalis dengan dekorasi kaca
patri yang unik ini tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga menggambarkan kepribadian penghuninya.
Rumah kediaman keluarga Mounty Yaputra yang beristrikan
Megumi Takada ini berlokasi di kawasan Tomang, Jakarta Barat. Dari pengalaman pernah
tinggal dan belajar di Amerika Serikat, pasangan muda dengan 3 (tiga) orang
anak ini memiliki semangat inovatif untuk membangun tempat tinggal mereka. Gagasan
desain mereka berawal dari keinginan untuk mewujudkan suasana alami dan kasual
dalam hunian modern sekaligus mendayagunakan potensi lahan. Rumah dua lantai seluas
650 m2 ini berdiri di atas lahan yang totalnya seluas 3300 m2 dan memiliki
taman belakang yang asri dan indah.
Untuk menyikapi hal ini, pemilik menerapkan prinsip bangunan
tropis dan memanfaatkan orientasi pemandangan ke arah taman. Adapun ciri desain
yang diterapkan antara lain atap pelana yang dominan, bukaan luas terutama pada
tampak belakang, plafon tinggi dan teritis lebar. Desain seperti ini dapat
mengoptimalkan sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami serta memperluas
pandangan ke luar sehingga memberi kesan seakan-akan ruang dalam menyatu dengan
taman. Tampilan hunian dirancang mengacu pada gaya modern minimalis yang kini
sedang tren namun tidak berkesan kaku / dingin.
Wujudnya diolah berupa komposisi kubus-kubus geometris yang
simpel dengan posisi diatur maju mundur secara dinamis kemudian ditutup dengan
atap pelana yang curam sehingga bentuk tersebut menjadi ciri khas rumah ini. Keistimewaan
lainnya terlihat pula pada blok bangunan di samping yang bagian dasarnya “bolong”
karena berfungsi sebagai pintu masuk samping dan akses kendaraan menuju ke
halaman belakang. Pada tampak belakang, terlihat jendela yang “menjorok” keluar
dari ruang bawah atap sedangkan balkon dan teras yang luas tampil kontras
dengan dinding masif yang menandai area servis. Penggunaan material alami
seperti batu alam dan kayu dalam hunian ini membuat tampilannya tidak kaku.
Contohnya, semua kusen terbuat dari kayu jati dan anak
tangga yang sengaja diekspos dilapisi oleh panel kayu bengkirai sedangkan
lantai area masuk samping dilapisi oleh kayu merbau. Beberapa bidang dinding
dalam juga dilapisi oleh marmer travertine sedangkan bidang dinding luar bagian
samping dilapisi oleh batu kali bersusun sirih. Pemilik juga memberikan “sentuhan”
Jepang pada rancangan huniannya agar nyonya rumah yang berasal dari negeri
matahari terbit ini merasa betah di rumah barunya. Hal ini terlihat dari pola
garis-garis horizontal pada finishing dinding luar dan area masuk samping.
Tahap berikutnya adalah merancang tata letak ruangan dalam
hunian yang disesuaikan dengan kebutuhan pemilik. Pemilik menginginkan ruang penerima
tamu dan kamar tidur tamu terpisah di bagian depan rumah sehingga tidak
mengganggu privasi keluarga. Untuk mewujudkannya, pintu masuk di muka rumah
dibuat tidak menonjol sedangkan pintu masuk samping yang langsung mengantar ke
dalam rumah diolah secara kreatif. Area masuk yang berada “di bawah” blok
bangunan di samping ini dirancang berupa pintu yang diapit oleh deretan jendela
serta koridor dalam.
Persis di muka pintu tersebut, dirancang void setinggi dua
lantai yang dikelilingi oleh deretan jendela dan atapnya ditutup dengan skylight
sehingga area transisi dari luar ke dalam senantiasa terang dan sejuk. Sementara
itu, ruangan pada blok bangunan di samping dimanfaatkan sebagai area
multifungsi. Selanjutnya di bagian dalam akan kita temukan ruangan makan, pantry
dan ruangan keluarga yang menyatu di lantai dasar hunian. Seluruh ruangan ini
hanya disekat oleh deretan jendela yang menghadap ke arah teras dan taman
belakang yang luas. Naik ke lantai atas, terdapat kamar tidur utama dan dua
kamar tidur anak.
Kamar-kamar tidur tersebut memiliki balkon yang luas dengan
orientasi ke arah taman belakang. Kamar tidur utama terhubung dengan ruangan
kerja dengan memanfaatkan ruangan cukup luas di bawah atap pelana yang curam.
Di samping ruangan keluarga, terdapat area tangga dengan void dua lantai yang
anak tangga dan pagarnya sengaja diekspos sehingga menjadi pusat perhatian (eye
catcher). Untuk menciptakan suasana yang nyaman dan elegan, pemilik memilih furnitur
bergaya klasik modern yang simpel dengan sedikit tambahan detail melengkung
seperti pada pegangan sofa atau kaki meja sehingga interiornya tidak berkesan kaku.
Setiap ruangan didesain dengan tema berbeda, misalnya ruangan
keluarga ada nuansa motif bunga pada pelapis sofa dan karpet sedangkan ruangan
makan diberi aksen warna hijau pada salah satu cat dindingnya. Sebagian lantai
ruangan dalam rumah dilapisi parket untuk menimbulkan suasana hangat. Kemudian
lantai terasnya dilapisi oleh batu alam dengan finishing permukaan yang kasar. Ruangannya
diisi dengan kursi dan amben bergaya etnik kontemporer. Alhasil desain hunian
ini dapat memberi kepuasan dan kebanggaan bagi pemiliknya serta dapat dijadikan
inspirasi bagi yang melihatnya. (Imelda Anwar)
|