|
Desain hunian ini diupayakan arsiteknya merespons perubahan cuaca
dan sekaligus menyuguhkan “permainan” massa bangunan yang dinamis melalui
konsep susunan bidang penyekat (layering the bounderies).
Gagasan desain ini bertitik tolak dari keinginan pemilik rumah
untuk memiliki hunian modern dan natural yang berbeda dari rumah tinggal pada
umumnya di Surabaya, Jawa Timur. Dilihat dari kondisinya, lahan yang memanjang
ke belakang seluas 875 m2 ini berada di huk / persimpangan jalan dan satu sisi panjangnya
menghadap ke arah timur sehingga rentan terkena silau cahaya matahari. Untuk
merespons kondisi ini, pemilik memberi kebebasan merancang kepada tim konsultan
arsitektur dan interior R+DA bersama dengan tim pelaksana interior dari
SunFlower. Sebagai ide awal, arsitek Darnan dari R+DA mengusulkan wujud hunian
beratap datar yang merupakan terobosan baru di kompleks ini. Ide atap datar ini
didukung oleh pengolahan bukaan dan bidang penyekat pada massa bangunan. Konsep
ini terbukti dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan estetika yang bernilai
seni tinggi.
Konsep Arsitektur
Pada tahap awal, arsitek merancang massa bangunan dua lantai
berbentuk huruf U dengan halaman dalam (courtyard) di bagian tengahnya. Di
lihat dari bentuk kaveling, halaman dalam yang diolah menjadi kolam renang dan
taman ini menempati pojok belakang lahan sehingga dapat menjaga privasi pemilik
saat berenang sekaligus mengoptimalkan pengudaraan silang dalam bangunan.
Arsitek juga menerapkan prinsip bangunan tropis yaitu hampir setiap sisi hunian
memiliki bukaan luas agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya matahari dan
pandangan ke arah luar. Komposisi solid dan void pada massa bangunan ini juga
diimbangi oleh ini “permainan” dinamis antara tiang-tiang bangunan yang vertikal
dan bidang-bidang horizontal dari atap datar, teritis dan kanopi. Selanjutnya,
massa bangunan utama sengaja dibedakan dengan massa bangunan servis dengan cara
menegaskan posisi entrance dan selasar untuk sirkulasi dalam hunian persis di
tengah kedua massa bangunan.
Dengan massa bangunan yang demikian besar, arsitek merancang
elemen-elemen pengikat yang berfungsi menyatukan dan mengimbangi secara visual (mass
interconnection). Contohnya, sebuah kanopi panjang menyatukan garasi, pintu
masuk hingga teras bagian depan sedangkan satu bidang vertikal berlapis batu
andesit di bagian belakang rumah mengimbangi void tinggi transparan di pojok
depan / huk rumah. Desain ini berhasil menciptakan karakter khas fasada hunian bergaya
tropis modern yang didukung oleh aplikasi material dan teknologi yang canggih.
Yang paling unik dari arsitektur rumah ini adalah konsep susunan bidang penyekat / layering the bounderies yang
merupakan respons desain bangunan terhadap perubahan cuaca. Prinsipnya, arsitek
menyusun beberapa lapis (layer) bidang penyekat transparan (screen) pada sisi
luar bukaan luas untuk menangkis panas matahari sekaligus menghalangi pandangan
orang dari arah luar ke dalam hunian.
Contohnya terlihat pada susunan empat bidang penyekat yang
berada persis di luar ruang duduk keluarga di lantai dasar. Penyekat pertama
berupa bilah-bilah perunggu yang diolah membentuk motif ombak pada satu bidang vertikal sedangkan
penyekat kedua berupa deretan beberapa pohon phoenix yang tajuk daunnya berbentuk
kipas. Penyekat ketiga berupa pagar batas kaveling dan penyekat terakhir adalah
pohon-pohon di lahan kompleks. Arsitek juga merancang bidang penyekat dalam
wujud lain yaitu deretan batang kayu dan kerangka baja yang menyekat selasar
lantai atas dan menaungi dek seputar kolam renang. Arsitek juga membuat area
transisi (penyangga) yang berfungsi menurunkan temperatur ruang yang berada di
sisi barat lahan misalnya berupa ruang tangga sempit di area servis dan area walk
in wardrobe di kamar anak. Selain itu, bidang dek atap rumah dibuat dobel
sehingga terbentuk celah yang dapat mengalirkan udara ke dalam hunian.
Konsep Interior
Untuk bagian dalam rumah, arsitek berupaya membuat susunan /
layout ruang yang dapat mengamodasi kebiasaan penghuni. Prinsip pertama adalah
area publik seperti foyer dan ruang tamu dipisahkan dari area privat sehingga
tidak mengganggu aktivitas sehari-hari penghuni. Sebagai wujudnya, foyer
dirancang menjadi bagian awal dari selasar dalam rumah sedangkan area penerima
tamu dikelilingi oleh jendela dan pintu kaca yang lebar sehingga memberi kesan
ruang dalam yang “merangkul” lingkungan sekitarnya. Prinsip kedua adalah ruang
duduk, ruang makan dan dapur menjadi “jantung” rumah ini tempat penghuni kerap
melakukan aktivitas bersama. Karena itu, area kumpul bersama didesain terbuka
tanpa dinding penyekat, dikelilingi oleh deretan jendela-pintu kaca yang berorientasi
menghadap ke arah kolam renang dan taman di lantai bawah. Dengan demikian,
penghuni mudah melihat ke berbagai sudut rumah termasuk pemandangan segar ke
arah luar.
Kusen jendela terbuat dari bahan aluminium khusus (PVC-U) dengan
seal penuh sedangkan kacanya (tempered glass) dibuat rangkap tiga agar dapat
meredam bising kendaraan di jalan tol yang tidak jauh dari rumah. Prinsip
ketiga adalah ruang kerja yang nyaman bagi pemillik rumah tempat sang Ibu
mengerjakan desain perhiasan sedangkan sang ayah dapat membaca koleksi buku. Prinsip
terakhir adalah mengombinasikan warna, tekstur dan motif yang dapat memberikan
keceriaan di dalam rumah. Diantaranya, warna-warna earth tones seperti hitam, coklat,
krem dan abu-abu, yang menonjolkan motif alami dari serat kayu dan batu alam yang
digunakan. Tekstur material yang digunakan cenderung tidak mengkilap / matt seperti
lantai ruang tamu sengaja dilapisi oleh batu red cooper slate dengan permukaan honed
doff agar menegaskan nuansa outdoor di ruang ini. Elemen ini dipadu dengan
bahan aluminium yang memberi kesan modern pada hunian ini.
Konsep Lanskap
Pada
dasarnya, tanaman dan ornamen luar rumah dirancang untuk menegaskan konsep
arsitektur bangunan secara keseluruhan. Sebagai contoh, area kolam renang dan
taman dalam diolah menjadi tempat olah raga dan tempat bersantai keluarga dalam
suasana yang segar. Area ini dilengkapi oleh dek kayu, kursi, pohon frangipani,
patung yang juga menjadi air mancur serta lampu sorot.
Selain itu, teras ruang tamu dikelilingi oleh tanaman tropis
seperti pandan Bali dan hiasan berupa gentong dan tempat duduk dari batu
menhir. Secara keseluruhan, desain hunian ini berhasil mewujudkan keinginan
pemilik dan keinginan arsiteknya.
Lokasi : Rumah tinggal di kompleks Graha Family, Surabaya
Jawa Timur
Desain arsitektur dan interior : R+DA Architects
Prinsipal architect :
Darman
Tim desainer : Sandra, Kezia, Caroline
Contraktor utama : Rusli, CV.Reka Bangun Dwi Adikarya
Project manager untuk interior : SunFlower
Mechanical electrical : Smart House
Konsultan struktur : Andianto & Rekan
|